Analisis Sampah Plastik Kemasan dengan Fishbone Diagram

Pernah diminta untuk membuat esai dan presentasi di kelas pada salah satu pelajaran? Apakah mudah membuatnya atau justru kesulitan untuk memulainya hingga pada waktunya esai tersebut tidak pernah selesai.

Rumpun Sosial — Sistem pembelajaran membuat esai dan presentasi mampu membuat kita berpikir kritis dalam menganalisis suatu topik. Dengan membuat esai, kita dipaksa untuk membaca, mencari tahu, kemudian menyusun gagasannya melalui sebuah tulisan. Tugas esai dan presentasi melatih kita tidak hanya paham materi dan teori, tapi juga meningkatkan skill komunikasi dan public speaking. Permasalahanya mungkin kita belum terbiasa membuat analisis mendalam mengenai suatu hal, atau alat analisisnya yang kita belum tahu. Biasanya guru memberikan model 5W+1H untuk memulai menganalisis, nah sekarang kita akan belajar model analisis lainnya yaitu Fishbone Diagram.

Diagram tulang ikan atau fishbone diagram adalah salah satu metode untuk menganalisa penyebab dari sebuah masalah atau kondisi. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram sebab-akibat atau cause effect diagram. Penemunya adalah Professor Kaoru Ishikawa, diagram ini juga disebut dengan diagram Ishikawa.

Fishbone diagram ini berfungsi untuk mengidentifikasi dan mengorganisasi penyebab-penyebab yang mungkin timbul dari suatu efek spesifik dan kemudian memisahkan akar penyebabnya. Fishbone Diagram sendiri banyak digunakan untuk  membantu mengidentifikasi akar penyebab dari suatu masalah dan membantu menemukan ide-ide untuk solusi suatu masalah. Contohnya kita diminta untuk menganalisis dampak dari sampah kemasan plastik, bagaimana menganalisisnya? Baca juga : Sadar, Bijak, Bertindak 

  1. Identifikasi masalah

Kita simpan masalah yang dihadapi pada posisi kepala ikan, diawal kita akan menganalisis Dampak dari Sampah Kemasan Plastik. Masalah yang diidentifikasi yang akan menjadi pusat perhatian dalam proses pembuatan fishbone diagram.

  1. Mengidentifikasi faktor-faktor utama masalah

Dari masalah yang ada, maka tentukan faktor-faktor utama yang menjadi bagian dari permasalahan yang ada. Faktor-faktor ini akan menjadi penyusun “tulang” utama dari fishbone diagram. Contohnya kita ambil 4 faktor dari Sampah kemasan plastik : Manusia, Edukasi, Lingkungan dan Material.

  1. Menemukan kemungkinan penyebab dari setiap faktor

Dari setiap faktor utama yang menjadi pangkal masalah, maka perlu ditemukan kemungkinan penyebab. Kemungkinan-kemungkinan penyebab setiap faktor, akan digambarkan sebagai “tulang” kecil pada “tulang” utama. Setiap kemungkinan penyebab juga perlu dicari tahu akar penyebabnya dan dapat digambarkan sebagai “tulang” pada tulang kecil kemungkinan penyebab sebelumnya. Kemungkinan penyebab dapat ditemukan dengan cara melakukan brain storming atau analisa keadaan dengan observasi. Misalnya faktor manusia : Mindset bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak berguna dan harus dibuang bukan dikelola. Padahal kita bisa mengelola produksi sampah pribadi dengan cara-cara yang sederhana.

  1. Melakukan analisa hasil diagram yang sudah dibuat

Setelah membuat fishbone diagram, maka dapat dilihat semua akar penyebab masalah. Dari akar penyebab yang sudah ditemukan, perlu dianalisa lebih jauh prioritas dan signifikansi dari penyebabnya. Kemudian dapat dicari tau solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan menyelesaikan akar.  Baca juga : 7 Aksi kurangi Sampah Plastik

Kita sekarang sudah tahu cara menganalisis  menggunakan Fishbone Diagram, setelah mendapatkan gambaran secara visual tinggal dipindahkan menjadi esai yang ditugaskan oleh Guru di kelas. Selamat mencoba!

____

Oleh : Adi Adei | Pengajar Rumpun Sosial

    3 Comments

  1. Ridha
    28 April 2019
    Reply

    Program yang bagus dengan pemaparan yang menarik dan jelas

    • AdminAbs
      2 May 2019
      Reply

      terimakasih kak ridha

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *