Bertindak Bersama Bukan Sama-sama Bertindak

Oleh: Uswatun Khasanah

Ketika anak-anak bersikap baik, sesuai dengan harapan orang tuanya, maka tentu orang tuanya akan bahagia, namun bagaimana jika ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan atau sebaliknya?

Pada umumnya kita memahami bahwa anak-anak itu disekolahkan untuk mencapai cita-citanya, untuk menjadi pintar, agar anak-anak memiliki kepribadian yang mapan dan lain sebagainya. Dengan anak-anak bersekolah kemudian menerima informasi dan ilmu dari guru dan lingkungannya, kita berharap mereka akan menjadi orang yang berhasil, sukses dan memiliki kehidupan yang baik. Ketika anak-anak bersikap baik, sesuai dengan harapan orang tuanya, maka tentu orang tuanya akan bahagia, namun bagaimana jika ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan atau sebaliknya? Mayoritas orang tua diperkirakan akan merasa kecewa baik itu terhadap anaknya maupun kepada lembaga. Setelah merasa kecewa, tentu orang tua akan menanyakan sebab apa anaknya tidak sesuai dengan harapan. Ketika orang tua telah mengetahui apa sebab anaknya seperti itu, ada tiga kemungkinan reaksi orang tua; yang pertama, orang tua menerima penjelasan tersebut lalu mengambil peran bersama dalam mendidik anak-anak selanjutnya; yang kedua yaitu, orangtua menerima penjelasan tersebut namun menyerahkan perbaikan itu sepenuhnya kepada lembaga atau anak; sedangkan yang ketiga, orang tua tidak ingin menerima atau menolak penjelasan, kemudian menyalahkan secara sepihak.

Muslim mom teaching daughter how to wear a Hijab (www.freepik.com)

Dalam salah satu teori perkembangan anak yang sangat terkenal di dalam dunia pendidikan yaitu teori ekologi yang dikemukakan oleh Bronfenbrenner (Santrock, 2007, hal. 56) tertulis bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh lima sistem lingkungan, yaitu:

  1. Microsystem, yaitu lingkungan anak di mana ia tinggal, seperti keluarga, teman, guru dan lain-lain.
  2. Mesosistem mencakup hubungan antara Microsystem, seperti hubungan orang tua dan guru keluarga dengan teman sebayanya dan lain sebagainya.
  3. Ecosystem, yaitu kondisi yang mempengaruhi perkembangan anak namun tidak terlibat secara langsung. Seperti pengalaman kerja ibu yang dapat mempengaruhi hubungan dengan anaknya, sehingga mengubah pola interaksi dan komunikasi.
  4. Makrosistem mencakup budaya di mana seseorang tinggal, seperti adat berperilaku di Indonesia yang berbeda dengan di negara lainnya.
  5. Kronosistem mencakup berbagai peristiwa hidup yang penting pada individu dan kondisi sosio-kultural.

Beranjak dari lima sistem lingkungan di atas, dapat dipahami bahwa sesungguhnya perkembangan anak akan dipengaruhi oleh serangkaian interaksi dalam keluarga, sekolah, masyarakat, dan lingkungannya.

Terlepas dari teori ekologi di atas, orang tua dalam keluarga memang harus dan merupakan kewajiban untuk memperhatikan anak-anaknya serta mendidiknya (Ahmad, 2003, hal. 177). Keluarga adalah tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, jika suasana di dalam keluarga itu baik dan menyenangkan maka anak akan tumbuh dengan baik pula, jika tidak, tentu akan terhambat pertumbuhan anak tersebut (Daradjat, 1998, hal. 47).

Menyamakan tujuan dan metode dalam mendidik anak agar keduanya selaras dalam pelaksanaan mendidik.

Dalam kaitannya dengan keluarga sebagai lembaga pendidikan non formal, maka tugas utama keluarga bagi pendidikan anak adalah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga yang lain (Hasbullah, 2011, hal. 87). Adanya kesadaran akan tanggung jawab dalam mendidik dan membina anak secara kontinu perlu dikembangkan kepada setiap orang tua sehingga pendidikan yang dilakukan tidak lagi berdasarkan kebiasaan yang dilihat dari orang tua.

Mengingat guru dan orang tua yang memiliki tujuan yang sama terhadap pendidikan anak baik dalam mendidik, membimbing, membina anaknya menjadi orang yang berhasil baik di dunia maupun di akhirat, tentu tidak mudah jika dilakukan dengan cara masing-masing, maka perlu adanya kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Kerjasama tersebut dapat berbentuk parenting, komunikasi, volunteer, keterlibatan orang tua dalam pembelajaran anak di rumah, pengambilan keputusan dan kolaborasi dengan kelompok masyarakat. Meskipun dalam mendidik anak tidak mudah, namun dapat kita mulai kerjasama di atas mulai dari yang sederhana. Yaitu minimal dengan menyamakan tujuan dan metode dalam mendidik anak agar keduanya selaras dalam pelaksanaan mendidik. Maka disinilah yang dimaksud dengan sama-sama bertindak, bukan kemudian orang tua dan guru yang bertindak dengan metode masing-masing yang pada ujung-ujungnya tidak dapat bertemu dalam satu tujuan.

__________

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *