Bijak Uang

Ekonomi — Bagaimana kita mengatur Uang? Mengapa harus mengatur uang?

Uang yang kita miliki adalah satuan nilai umum yang bermanfaat untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, yaitu dalam rangka memenuhi kebutuhan kita sehari-hari. Dari kebutuhan itu bisa dibedakan menjadi kebutuhan sekarang dan kebutuhan masa depan. Selain itu kebutuhan pun dibagi menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Setelah ini diharapkan sudah bisa dibedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, karena keduanya serupa tapi tak sama.

Sekarang kita masuk ke tahap berikutnya, yaitu menilai karakter kita terhadap uang. Ketika memiliki uang kita cenderung menghabiskannya sekaligus, menyimpannya atau mengeluarkannya sesuai dengan keperluannya. Dari tiga hal diatas ada tiga karakter manusia yang mungkin salah satunya ada pada diri kita, yaitu Si Boros, Si Pelit atau Si Bijak.

Bagaimana ibu-ibu kalau menawar barang beda 500 rupiah pun dengan gigih diperjuangkan. Menurutmu apakah itu bijak atau pelit?

Si Boros

Si boros ini orangnya easy going atau tidak banyak pertimbangan, ketika dia memiliki sejumlah uang dengan serta merta dia akan menghabiskannya dalam waktu singkat. Tidak lagi dipertimbangkan mana pengeluaran untuk kebutuhan penting atau sekedar memuaskan keinginan. Dampaknya adalah dia akan kesulitan ketika kehabisan uang sementara masih banyak hal yang harus dipenuhi.

Si Pelit

Si Pelit akan memperhitungkan matang-matang pengeluarannya, bahkan dia akan mencari cara bagaimana agar kebutuhannya tetap terpenuhi tanpa harus mengeluarkan sepeserpun dari sakunya. Dia akan menyimpan uang sebanyak-banyaknya.

Si Bijak

Pernah mengantarkan Ibu belanja ke pasar? Bagaimana ibu-ibu kalau menawar barang beda 500 rupiah pun dengan gigih diperjuangkan. Menurutmu apakah itu bijak atau pelit? Mungkin tergantung situasinya, si Ibu sudah melakukan observasi secara online berapa harga pasar dari komoditas barang yang akan dibeli. Ketika mendapati harga di penjual tidak sesuai malah cenderung tinggi maka si Ibu sebagai konsumen memiliki hak untuk menawar atau mencari pedagang lain yang menjual dengan harga pasar. Atau juga si Ibu tidak mau kehilangan uang banyak meskipun si penjual sudah menawarkan dengan harga pasar atau bahkan dibawah harga pasar.

Baiklah, pada tulisan berikutnya kita akan membahas mengenai Bijak Merencanakan, Bijak Menyimpan, dan Bijak Membelanjakan. Sebelum itu praktekan dulu bagaimana sikap kita ketika menggunakan uang apakah kita termasuk si Boros, si Pelit atau si Bijak. Temu kenali juga kebaikan dan kelemahan dari tiga karakter tersebut.

____

Oleh : Adi Adei | Pengajar Rumpun Sosial

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *