Corona Virus dan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Saya teringat pelajaran mengenai bab Thaharah yang memaparkan bagaimana kita bersuci dari hadas dan najis. Dalam keadaan bersih maka kita akan diperkenankan untuk melaksanakan Ibadah kepada Allah Swt yang telah ditetapkan sesuai tuntunan Rasulullah. Diluar aspek rangkaian ibadah ternyata bersuci atau membersihkan diri dari sesuatu yang akan mendatangkan penyakit sangat penting.  Seperti yang diuraikan secara utuh dalam Q.S Al Maidah ayat 6, anggota badan mana saja yang harus dibersihkan dari kotoran saat melaksanakan wudhu, bisa jadi anggota badan tersebut yang paling sering terpapar kotoran dan kuman. Wajah, telapak tangan, saluran pernafasan hidung dan mulut. Air menjadi zat yang bisa menetralisir kotoran yang menempel itu.

Agar lebih efektif tentu selain air kita dapat menggunakan sabun yang mengandung antiseptic agar kuman mati.

Ditengah-tengah pandemi[1] virus Corona, para ahli menyebutkan upaya pencegahan dan pengurangan risiko dari hawar[2] ini adalah dengan memperhatikan kebersihan diri juga lingkungan. Karena virus Corona akan menyebar melalui kontak langsung antara pembawa virus dengan orang yang berada disekitarnya. Dalam Thaharah kita akan melaksanakan setidaknya 5 kali bersuci untuk melaksanakan Shalat Fardu 5 waktu. Dengan tata aturan yang sudah baku, setidaknya kita bisa meminimalisir terpapar kotoran dan kuman yang ikut menempel pada saat beraktivitas. Agar lebih efektif tentu selain air kita dapat menggunakan sabun yang mengandung antiseptik agar kuman mati.

Tidak dipungkiri saya pun was-was dengan hawar Corona ini, jadi agak sedikit “cerewet” untuk mengingatkan mencuci tangan kepada semua orang yang ada disekitar saya. Meski tidak sampai panic memborong masker dan persediaan makanan. Termasuk mulai menghindari tempat-tempat keramaian apabila tidak terlalu penting didatangi.

Sebetulnya ada banyak virus berbahaya di sekitar kita, di Indonesia kita tahu ada virus TBC yang bisa menular melalui udara. Juga menjadi salah satu virus berbahaya yang bisa menyebabkan kematian. Virus ini berkembang dari lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya, dan lebih jauh bahkan bisa menulari siapa saja tanpa melihat lingkungan, kaya atau miskin, pejabat atau bukan. Sama dengan hawar corona bisa menulari siapapun.

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.

Dari peristiwa ini saya banyak merenungi kembali dan belajar lagi seperti pentingnya menjaga diri kita dan lingkungan kita untuk selalu bersih. Kebersihan sebagian daripada iman jangan lagi sekedar slogan tanpa aksi nyata, karena sudah terbukti kebersihan bisa menangkal penyakit yang bersumber dari kotoran dan virus berbahaya. Bersih bukan berarti lingkungan saja, apa yang kita makan pun harus diperhatikan. Karena semuanya setali tiga uang, saling berkaitan dan kita manusia adalah mahluk yang paling merasakan dampaknya.

Selain upaya-upaya pencegahan tentu saja kita harus berdoa agar dijauhkan dari marabahaya hawar, seperti salah satu doa berikut Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi Muhammad shallahu allahi wasallam mengucapkan doa: Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (kulit), gila, lepra, dan dari keburukan segala macam penyakit.

Glosarium
[1] KBBI : pandemi/pan·de·mi/ /pandémi/ n wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas
[2] KBBI : hawar1/ha·war/ n 1 ark (musim) penyakit yang menular (terutama pada binatang ternak); 2 penyakit yang serentak menyerang penduduk di daerah tertentu (seperti malaria, kolera)
———–
Penulis : Adi Firmansyah /Anggota MDMC Jawa Barat Bidang Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan
Editor : @aisyiyahschool.bdg
Gambar dari Instagram @MDMCIndonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *