Letter for Apheksa

Untuk bisa berubah maka masyarakat ini selain harus berusaha secara ekonomi mereka juga harus memiliki akses terhadap pendidikan formal.

Oleh : Adi Firmansyah (Pengajar Rumpun Sosial)

Ketika semangat saya sudah kendor, biasanya saya rehat dulu menghimpun kembali kekuatan sebelum melanjutkan langkah. Film, ya film menjadi pilihan yang paling mungkin dijadikan sarana untuk menyusun kembali keping-keping semangat yang sudah luluh lantak karena keadaan.

Ada beberapa film yang sangat baik alur ceritanya dan bisa dijadikan pemantik semangat saya – nil battey sannata salah satunya. Bercerita tentang seorang ibu single parent yang berupaya menyekolahkan anaknya agar mendapatkan masa depan yang gilang gemilang tidak seperti dirinya. Namun apa daya, kehidupan tidak berpihak pada kaum lemah. Mereka harus berupaya siang malam mencari uang untuk menyambung hidup, bahkan tidak pernah ada hari minggu di kamus orang dengan kondisi ekonomi lemah.

Keadaan seperti itu tidak serta merta menjadi pemicu Apeksha, tokoh dalam film punya mimpi, punya semangat belajar, bahkan menyerah pada keadaan. Sampai ibunya harus turun tangan, kembali ke sekolah – belajar di kelas yang sama dengan anaknya. Film ini tidak terlalu banyak adegan menari dan bernyanyi seperti kebanyakan film India, kalau harus “ngasih” bintang saya akan memberinya 5 bintang. Mengapa? Karena telah berhasil membuat saya menangis, jadi ingat masa-masa sekolah dulu. Dan bagi saya dialog yang disajikan cukup memberi makna dan arti sebagai kekuatan film.

Dalam rangka pembelajaran, film ini pun saya putar di kelas, dan Agar siswa bisa memperhatikan alur cerita dengan sebaik-baiknya, saya menulis di papan tulis “Letter for Apheksa” yang dipanggil Appu di film tersebut. Surat ini sebenarnya tidak akan pernah sampai pada “Appu”, mungkin hanya saya sendiri yang membacanya. Tapi rencana saya berikutnya adalah akan membagikan surat yang ditulis para siswa setelah menonton film itu melalui tulisan ini. Karena ada banyak surat, saya memilih beberapa untuk ditampilkan pada tulisan ini.

Sebenarnya ini pelajaran apa? Saya mengajar IPS dan kalau dihubung-hubungkan tentu saja akan ada irisan materi baik dengan IPS atau dengan pelajaran lainnya. Contohnya, latar belakang keluarga Appu adalah kelompok masyarakat miskin. Untuk bisa berubah maka masyarakat ini selain harus berusaha secara ekonomi mereka juga harus memiliki akses terhadap pendidikan formal. Pendidikan diyakini sebagai jalan untuk mengubah nasib kehidupannya, tidak menyerah pada keadaan adalah syaratnya, memiliki mimpi dan keberanian untuk mewujudkannya adalah kunci. Kita akan menemukan pembahasan ini pada materi perubahan sosial pada pelajaran IPS. Dan kecakapan menganalisis sebuah media seperti film bisa dikembangkan sesuai Kompetensi Dasar pada kurikulum.

Ada beberapa siswa yang menulis begini :

“Aku gk tau siapa kamu. Kamu juga gk tau siapa aku kan? Pak Adi suruh aku bikin surat buat kamu”

Saya pun berhenti dan tidak melanjutkan membacanya, mengapa? Film yang baik akan menambah nilai-nilai positif dan penuh makna, dan didalam hati berdoa semoga anak-anak bisa mengambil hal-hal yang baik dari film itu hingga memengaruhi proses siswa dalam belajar, semoga.

Baiklah, sebelum semakin panjang, tulisan ini akan menampilkan surat-surat untuk Apheksa yang ditulis siswa setelah menonton filmnya. Dan satu lagi, sebenarnya isi surat itu memang bukan untuk Apheksa tapi untuk siswa itu sendiri. Untuk menyemangati mereka yang akan segera mengahadapi ujian semester dengan cara merefleksi dari cerita film, semoga nilai dan motivasi yang diperoleh memicu dan memantik semangat belajar.

Dari : Nevlina Ega

Pantang menyerah ya!!

Jangan males-malesan terus. Apa yang kamu kerjakan pasti ada hasilnya

Kalau kamu berusaha pasti berhasil, kalau kamu rajin.

Dan kalau udah berhasil jangan sombong ya.

Ibu kamu nyekolahin kamu supaya jadi orang yang berguna. Ibu kamu pengen yang terbaik buat kamu di masa yang akan datang.

Dari : Shizuka
Appu semangat belajarnya jangan males..
Jangan gampang menyerah ..
Harus selalu optimis..
Jangan negatif thinking bakal jadi pembantu.
Oiya .. kamu juga harus sopan sama ibu kamu..
Yang udah banting tulang, kerja cape-cape an buat kamu..
Karena ibu kamu ngelakuin semua itu demi kamu..
Pokoknya semangat !!!
Kamu pasti bisa!
Jangan gitu ya ke Ibu kamu !!

Dari Haliza

Semangat terus belajarnya yaa..

Jangan males-males terus nanti kalah lho sama ibu sendiri

Sebenernya ibu kamu ngelakuin  kayak gitu biar kamu lebih rajin belajar

Terus biar masa depan kamu terjamin. Kalau sama ortu yang sopan ya jangan ngelawan mulu disa loh.

Ywdh ya doain juga biar kita semangat belajar. Bye

Foto diambil dari : https://en.wikipedia.org/wiki/Nil_Battey_Sannata

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *