Memulai Gaya Hidup Minimalis

Oleh : Retno Amalia, S.Hum

Hampir dari setiap kita memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan.

Definisi  gaya hidup menurut KBBI adalah pola tingkah laku sehari-hari segolongan manusia di dalam masyarakat. Sedangkan minimalis adalah berkenaan dengan penggunaan unsur-unsur yang sederhana dan terbatas untuk mendapatkan efek atau kesan yang terbaik. Minimalis mungkin lebih dikenal sebagai konsep dalam membangun atau menata ruangan. Namun pada nyatanya, konsep minimalis sendiri dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam landasan mindset atau pola pikir, yang kemudian dapat berkontribusi untuk mengubah gaya hidup sehari-hari.

Sebagai makhuk hidup tentunya sebagai manusia, kita menjalani hidup dengan berbagai peran dan kebutuhan. Agar hidup berlangsung dengan baik, maka memenuhi kebutuhan pun menjadi suatu acuan. Hampir dari setiap kita memiliki sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan. Kita bisa hidup tanpa hal tersebut, tapi terus menyimpan bahkan terus menambah volume menjadi tumpukan-tumpukan yang tidak terpakai bahkan fungsional.

Apakah kita pernah mengalami fase dimana jengah melihat barang-barang yang menumpuk dan berantakan? Hampir merasa di titik yang kebingungan fungsi dari barang yang kita miliki untuk apa? Dari buku “Seni Hidup Minimalis” karya Francine Jay dikatakan bahwa ada tiga kategori barang yaitu, (1) Barang fungsional, yaitu barang-barang yang memiliki kegunaan dan dapat membantu kehidupan, (2) Barang Dekoratif, yaitu barang-barang yang diperuntukan untuk menjadi barang-barang dekorasi atau barang yang dapat dipajang, dan (3) Barang emosional, yaitu barang-barang yang memiliki nilai emosional atau kenangan seperti barang peninggalan dari masa lalu.

Gaya hidup minimalis acap kali memiliki prinsip yang khas yaitu “less is more”,

Gaya hidup minimalis berawal dari pemikiran untuk hidup dengan konsep pemenuhan kebutuhan sesuai dengan yang diperlukan. Pemikiran tersebut menghasilkan sebuah tindakan yang dijalani secara sadar dan bahagia tanpa keterpaksaan dalam memenuhi kebutuhan yang bersifat prioritas. Semua barang yang telah dimiliki kita pertanyakan kembali, jika tidak ada nilai lebih baik di buang saja atau diberikan kepada seseorang yang lebih bisa dan tepat dalam menggunakannya.

Saat menerapkan gaya hidup minimalis, sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan perlu segera disingkirkan atau diganti dengan sesuatu yang lebih berguna. Kasus yang sering saya alami secara pribadi misalnya dalam memilih hijab. Sudah pasti  bagi perempuan berhijab memiliki semua warna kerudung dengan berbagai jenis tipe atau gaya. Dalam satu warna saja, perempuan bisa memiliki berbagai jenis model, ukuran, bahan, bahkan corak. Bayangkan, jika semua macam hijab kita miliki dikalikan dengan semua warna, berapa banyak bahkan tumpukan hijab yang kita miliki ?

Gaya hidup minimalis acap kali memiliki prinsip yang khas yaitu “less is more”, gaya hidup minimalis mengajak kita untuk serba mengurangi segala yang berlebihan dalam hidup. Tapi bukan berarti kita harus membuang sampai berkilo-kilo pakaian di dalam lemari atau memiliki barang sesedikit mungkin. Permasalahannya bukan tentang seberapa kurang, namun seberapa bernilaikah setiap barang yang kita miliki dan memberikan makna berarti dalam hidup kita. Kebiasaan kurang baik kita adalah membeli barang yang sebenarnya tidak kita gunakan atau banyak barang yang bisa jadi berguna tapi tidak kita gunakan.

Memulai gaya hidup minimalis tentulah tidak mudah. Banyak alasan mengapa kita memiliki dan membeli barang ini itu. Menurut Fani Sebayang, seorang ibu rumah tangga sekaligus youtuber asa Indonesia pernah membagikan tipsnya dalam memulai gaya hidup minimalis. Hal pertama yang dilakukannya adalah membuka lemari dan mulai memilih dan memilah barang yang masih layak dipakai, dibuang, didonasikan, bahkan di jual. Dengan cara ini, kita jadi bisa lebih tahu dan mengenal barang pribadi yang kita miliki.

Sedangkan menurut Francine Jay, selain sebagai penulis juga seorang ahli penata rumah ini sudah terkenal dengan metode STREMLINE-nya, yaitu : Start over (mulai dari awal), Trash, Treasure, or Transfer (buang, simpan, atau berikan), Reason for each other (alasan setiap barang), Everything in its place (semua barang pada tempatnya), All surfaces clear (semua permukaan bersih), Modules (ruangan), Limits (batas), If one comes, one goes out (satu masuk, satu keluar), Narrow down (kurangi), dan Everyday maintenance (perawatan setiap hari).

Menurut Francine Jay dasar pemikiran gaya hidup minimalis adalah :

  • Kenali kegunaan setiap barangmu, cobalah untuk mengelilingi setiap barang yang kita miliki dan sadari sejauh apa kegunaan dan dampak keberadaan barang-barang tersebut untuk kehidupan kita.
  • Anda bukanlah barang anda. Kehidupan yang sesungguhnya tidak diwakili oleh barang-barang yang dimiliki tetapi kitalah sebagai manusia yang menentukan barang-barang apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan.
  • Sedikit barang = sedikit stress. Semakin banyak barang yang kita miliki maka semakin banyak juga hal yang harus kita pikirkan dan pertimbangkan dalam menggunakan barang tersebut. Sedikit stress akan membuat hidup terasa lebih ringan dan santai.
  • Sedikit barang lebih merdeka. Barang yang tidak banyak menjadikan pikiran kita jadi lebih tenang
  • Jadilah penjaga pintu yang baik. Pilihlah barang yang memang dibutuhkan dan harus dibawa ke rumah. Jika banyak barang yang bisa kita gunakan di luar rumah, tanpa harus dibeli dan dimiliki, maka prioritaskan yang memang dibutuhkan di rumah.
  • Menyukai tanpa memiliki. Tidak semua barang yang disenangi dan diinginkan harus dibawa ke rumah.
  • Bahagia dengan cukup. Cerdas dalam manajemen barang-barang dalam kehidupan agar dapat berguna dan dapat melayani kehidupan sesuai fungsinya. Bijaknya manajemen barang akan menghemat biaya, waktu, ruang, tenaga dan pikiran.

Gaya hidup minimalis merupakan cara pandang yang kemudian menjadi cara hidup. Gaya hidup minimalis merupakan gaya hidup dimana kamu mengurangi semua hal yang berlebihan dalam hidup dan benar-benar fokus ke sedikit hal yang memang penting untuk diri kita. Sebagai manusia yang hidup berdampingan sudah selayaknya memberikan pengaruh dan contoh yang baik bagi sekitar. So, sudah siapkah kamu mulai meminimaliskan hidupmu ?

__________

Referensi :

Jay Francine, 2019. Seni Hidup Minimalis. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
Youtube Channel : Fany Sebayang

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *