Nilai Religiusitas SDM di ABS Bandung

Oleh : Inding Usup Supriatna| Sekretaris ‘Aisyiyah Boarding School Bandung

‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung dalam visinya telah mengikrarkan bahwa akan menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam berilmu amaliah dan beramal ilmiah dalam membentuk insan kamil pembaharu. Visi tersebut berlaku bagi semua warga ABS Bandung baik itu santri dan juga para pengelola nya yaitu SDM di dalamnya. Jika di ibaratkan organ tubuh, SDM itu adalah otaknya. Jadi SDM itu yang memikirkan bagaimana sebuah lembaga itu bisa berjalan, berlari atau mungkin bisa juga jalan di tempat. Supaya tidak jalan di tempat, Oleh sebab itu dibutuhkan nilai – nilai SDM yang harus dipelihara, di jaga dan di rawat sehingga menjadi karakter dan nilai tersebut bernama nilai religiusitas.

Religiusitas adalah suatu keadaan, pemahaman dan ketaatan seseorang dalam meyakini suatu agama yang diwujudkan dalam pengamalan nilai, aturan, kewajiban sehingga mendorongnya bertingkah laku, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Religiusitas merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama. Religiusitas merupakan perilaku yang bersumber langsung atau tidak langsung kepada Nash. (Jalaluddin 2001).

Nilai religiusitas dalam SDM ABS Bandung harus seiring dan seirama dengan tiga belas komitmen ber-Muhammadiyah, paling tidak ada enam komitmen yang dapat diambil untuk mewujudkan nilai religiusitas SDM :

Pertama, Niat Ikhlas Lillahi Ta’ala, ikhlas karena Allah semata-mata, bukan karena kepentingan-kepentingan duniawi. Kalau tidak ikhlas karena Allah, maka akan mudah kecewa, putus asa dan lari pada saat ada masalah. Niat ikhlas karena Allah merupakan ruh ber-Muhammadiyah.

Kedua, Menjalankan Fungsi Ibadah Dan Kekhalifahan, fungsi manusia tidak lain sebagai wujud dari ibadah kepada Allah, sekaligus menjalankan fungsi kekhalifahan di bumi. Dengan demikian, bukan sekedar pekerjaan atau keterlibatan praktis belaka, tetapi wujud pengabdian kita kepada Allah, Islam dan kaum muslimin.

Ketiga, Amal Dan Jihad Fi Sabilillah, Manusia dalam menjalankan tugasnya tidak lain sebagai ikhtiar perjuangan untuk menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam, guna terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Karena itu harus dilakukan dengan penuh kesungguhan dan dengan tenaga, pikiran yang maksimal.
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga? Padahal belum nyata bagi Allah, orang-orang yang berjihad (di jalan Allah) di antara kalian dan belum nyata bagi Allah (bahwa kalian) termasuk orang-orang sabar.” (Ali Imran: 142).

Keempat, Konsisten Dalam Berkhidmat, hal ini tidaklah ringan, karena selain banyak masalah dan tantangan, juga pengorbanan. Di sinilah setiap SDM, lebih-lebih Pimpinannya harus memiliki konsistensi dalam berkhidmat di Muhammadiyah. Harus ada konsistensi antara lisan dan perbuatan. Antara teori dan tindakan, antara keputusan dan kegiatan.

Kelima, Berpaham Agama Sesuai Paham Islam Dalam Muhammadiyah, dalam menjalankan aktifitasnya harus berdasarkan keyakinan, pemahaman dan pengamalan Islam sesuai dengan Paham Agama Dalam Muhammadiyah. Keputusan Majelis Tarjih dan Pandangan Resmi Muhammadiyah. Muhammadiyah berdiri karena paham agama yang berkemajuan untuk “Izzul Islam wal Muslimin” (untuk kemajuan agama Islam dan kaum muslimin). Oleh karena itu, setiap SDM harus istiqamah mengamalkan Islam sesuai paham agama dalam Muhammadiyah.

Untuk memelihara nilai-nilai religiusitas SDM di ABS Bandung tersebut dituangkan dalam budaya kerja dan program pengembangan SDM diantaranya :

  • Pertama, 2 T (Tikror & Taisir), yaitu tadarus al qur’an yang dilaksankaan setiap hari pada saat menjelang dzuhur.
  • Kedua, Kajian Jum’at, yaitu kajian kitab-kitab kuning dan kajian tarjih yang rutin dilaksankan setiap hari jum’at pada pukul 09.00-10.00 WIB.
  • Ketiga, Pengajian Bulanan, yaitu pengajian pembinaan seluruh pegawai ABS Bandung yang disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah & ‘Aisyiyah Jawa Barat.
  • Keempat, Pembinaan triwulan, yaitu In House Training dan Upgrading dari seluruh bidang.
  • Kelima, pembinaan semesteran, yaitu Baitul Arqam yaitu perkaderan yang diselenggarakan berjenjang disetiap levelnya.

____________________

Daftar Pustaka :

ABS. (2018). Visi ‘Aisyiyah Boarding School Bandung. Bandung.
Muchlisin Riadi. (2018). Fungsi, Dimensi dan Faktor yang Mempengaruhi Religiusitas. https://www.kajianpustaka.com/2018/12/fungsi-dimensi-dan-faktor-yang-mempengaruhi-religiusitas.html. (diakses pada 28 Januari 2021).
Suara Muhammadiyah, No. 12, Tahun ke-92/16-27 Juni 2007 M.
ABS. (2019). Program Pengembangan Pegawai. Bandung