Pembelajaran Fisika Sebagai Media Ilmu Terapan Di Sekolah Dalam Mewujudkan Visi Berilmu Amaliah dan Beramal Ilmiah Dalam Membentuk Insan Kamil Pembaharu

Oleh : Andri Suryana | Pengajar bidang Sains

Fisika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari materi dan ruang, aspek tersebut erat kaitannya dengan alam sekitar dan interaksinya secara langsung. Dengan demikian pembelajaran yang bersifat interaktif dan melibatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajarannya tersebut dapat menuntun peserta didik dalam membangun konstruksi belajar yang lebih nyata dan bermakna secara fisis. Sehingga pembelajaran dikelas bukan hanya membangun struktur keterampilan secara kognitif dan psikomotor tapi juga membangun jiwa sosial dan kepedulian dengan sesama.

Melalui pembelajaran fisika para peserta didik coba membantu tim kebersihan sekolah dengan memberikan informasi serta rekomendasi terhadap penggunaan sabun kloset yang tepat.

Misalnya pembelajaran yang dilakukan oleh siswi/santriwati ‘Aisyiyah Boarding School (ABS). Seperti yang kita ketahui bahwasannya ABS merupakan sekolah boarding yang juga merupakan pesantren. Didalam pesanten penggunaan fasilitas secara masal/bersamaan merupakan hal biasa. Salah satu fasilitas yang digunakan bersama ialah kamar mandi khususnya kloset. Kasus tersebut merupakan hal yang tak dapat dihindarkan, salah satu yang menjadi kendala sekaligus tantangan ialah terkait kebersihan. Penggunaan secara berkala dan masal menuntun civitas akademisi untuk mengelola hal tersebut. Akan tetapi diluar metode dan pengelolaan, ada hal yang perlu dipertimbangkan pula yakni pemilihan bahan pebersih yang tepat.

Berdasarkan hal diatas, melalui pembelajaran fisika para peserta didik coba membantu tim kebersihan sekolah dengan memberikan informasi serta rekomendasi terhadap penggunaan sabun kloset yang tepat. Rekomendasi tersebut dilakukan dengan cara siswa menghitung massa jenis dan kekentalan bahan pembersih kemudian mengategorisasikan pembersih yang dirasa paling efektif dan dapat membantu mempermudah kerja dari tim kebersihan sekolah.

Proses Percobaan
Proses Penghitngan Massa Jenis dan Kekentalan Bahan untuk direkomendasikan

Selain mengukur kadar kekentalan dan massa jenis yang dilakukan oleh tim uji kelas XI MIA, tim uji lainpun turut membantu untuk mengukur daya jangkau fluida dengan memanfaatkan tekanan udara melalui percobaan sederhana. Dari percobaan tersebut ingin diketahui jenis cairan pembersih manakah yang memiliki daya jangkau terbaik, sehingga saat digunakan untuk membersihkan bagian kloset cairan pembersih dapat menembus bagian sampai celah tersempit.

Gambar 2.1. dan 2.2. percobaan daya jangkau fluida dengan memanfaatkan konsep tekanan udara

Berdasarkan kegiatan-kegiatan diatas dan melihat pada tujuan pembelajarannya dapat terlihat bahwa pembelajaran bukan hanya berpusat pada peserta didik (stundent center learning) tapi juga membangun karakter peserta didik untuk lebih peka terhadap problematika yang terjadi disekitar dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Sehingga bukan hanya kebermanfaat terhadap diri sendiri saja, tapi juga bagi orang sekitar dan lingkungan. Melalui  pembelajaran seperti diatas pula diharapkan peserta didik tertanam jiwa empati, yakni dengan ilmu yang dimiliki mampu diamalkan oleh peserta didik dan ketika beramaliah dimasyarakatpun dilandasi oleh dasar ilmu pengetahuan yang kuat. Sehingga peserta didik memeiliki kebermaknaan dalam menjalankan hidup didalam kemasyarakatan. Hal tersebut sejalan dengan Visi sekolah yakni menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam berilmu amaliah dan beramal ilmiah dalam membentuk insan kamil pembaharu.

pembelajaran yang menanamkan nilai untuk bisa memanfaatkan teknologi/pengetahuan ditengah masyarakat merupakan sebuah keniscayaan yang menjadi hakikat asar dari ilmu pengetahuan khususnya sains

Menurut Chiapetta & Koballa (2010: 105) hakikat sains/ilmu pengetahuan alam ada 4 yaitu cara berpikir (a way of thinking), cara menginvestigasi (a way of invertigating), kumpulan pengetahuan (a body of knowledge), dan penerapannya dengan teknologi dan masyarakat (application/interaction with technology and society). Berdasarkan kutipan diatas dapat terlihat pula bahwa hakikat sains diantaranya ialah mengenai penerapannya dengan teknologi dan masyarakat (application/interaction with technology and society). Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa pembelajaran yang menanamkan nilai untuk bisa memanfaatkan teknologi/pengetahuan ditengah masyarakat merupakan sebuah keniscayaan yang menjadi hakikat asar dari ilmu pengetahuan khususnya sains. Diperkuat dengan visi sekolah yang selaras dan pembelajaran yang menunjang, insyaallah dengan niat dan metode yang tepat peserta didik ABS mampu menjalankan hakikat dari ilmu sekaligus visi sekolah untuk bisa bermasyarakat, bukan hanya berbaur tapi juga mampu mengambil peran, pelopor maupun tokoh yang membawa perubahan sebagai insan kamil pembaharu sebagaimana tertuang dalam visi ABS.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *