PENALARAN MORAL SEORANG MUSLIM DALAM MASA PANDEMI (bag.1)

Oleh: Hilda Khairunnisa, S.Psi, M.Psi, Psikolog

Moral memiliki definisi sebagai hal yang terkait dengan standar dari perilaku baik danburuk, keterangan, kejujuran dan sebagainya. Selain itu, moral juga didefinisikan sebagai berperilaku dalam cara yang sesuai dengan kebenaran dan kejujuran kebanyakan orang (Cambridge Dictionary,2021). Moralitas secara konseptual diungkapkan oleh Wiramihardja (2009) sebagai hal yang bersangkutan dengan apa yang seyogianya dilakukan dan apa yang seyogianya tidak dilakukan karena berkaitan dengan prinsip moralitas yang ditegakkan.

Peristiwa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 yang terjadi di berbagai belahan dunia telah mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku manusia turut mengalami perubahan akibat pandemi ini. Apabila sebelumnya manusia dapat berinteraksi dengan manusia lain tanpa adanya jarak, namun pada situasi pandemi ini, interaksi antar menusia menjadi berjarak dan dibatasi secara fisik. Situasi sosial tersebut turut mengubah nilai-nilai moral yang telah dianut oleh manusia selama ini. Apabila dulu berjabat tangan bila bertemu dengan teman, kolega atau guru merupakan suatu yang lazim dan bahkan di beberapa kebudayaan merupakan hal yang dianggap utama, namun saat ini hal tersebut berubah menjadi hal yang harus dihindari. Apabila di masa lalu mengunjungi orang tua, kerabat, kakek dan nenek yang bertempat tinggal jauh dari kita merupakan hal yang dianggap baik, saat pandemi ini hal tersebut justru dihindari dan dilakukan dengan penuh pertimbangan serta kehati-hatian. Mengadakan dan menghadiri pesta di masa lalu merupakan hal yang baik, urgen dan menyenangkan, di saat masa pandemi ini hal itu dianggap sebagai hal yang kurang urgen, dan perlu kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Apabila dahulu menjenguk orang sakit merupakan hal yang terpuji dan mulia, namun saat pandemi ini menjenguk orang sakit merupakan hal yang perlu dihindari, perlu kehati-hatian, dan bahkan dianggap berbahaya dalam melakukannya. Segala perubahan pola interaksi antar manusia tersebut terjadi demi untuk mencegah transmisi virus corona antar manusia.

Perubahan nilai-nilai moral di masyarakat yang terjadi di masa pandemi ini merupakan hal yang baru dan terjadi secara tiba-tiba. Reaksi masyarakat dalam menyikapi perubahan pola interaksi antar manusia serta pergeseran makna dari interaksi antar manusia selama masa pandemi ini adalah beragam. Karena bukan merupakan hal mudah untuk beralih atau berganti dari suatu prinsip moral yang sudah dianut selama bertahun-tahun kepada prinsip moral yang baru di dalam hal perubahan pola interaksi antar manusia.

Aturan pemerintah dalam mengatur interaksi antar manusia di masa pandemi ini, seperti Gerakan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas) yang disosialisasikan guna mencegah transmisi COVID-19, pada akhirnya berhadapan dengan berbagai kebutuhan sosial individu seperti misalnya; silaturrahmi dengan kerabat dan teman, hajatan, menjenguk orang sakit, dan sebagainya. Sikap moral (moral behavior) yang ditunjukkan oleh masyarakat dalam menghadapi situasi tersebut beragam. Hal tersebut merupakan hal yang wajar mengingat setiap individu memiliki pengetahuan, perasaan, dan pengalaman moral yang berbeda beda. Namun, tak jarang hal tersebut menimbulkan keraguan ataupun dilema dalam diri individu untuk menunjukkan sikap moral (moral behavior) yang tepat. Sehingga perubahan tatanan sosial saat ini telah berpengaruh pada penilaian orang-orang mengenai apa yang “benar” dan “salah”sebagaimana prinsip-prinsip moral yang memandu mereka dalam mengambil keputusan (Francis, B Katheryn & McNabb Carolyn, 2020).

_______________

Bag 1 , Bag 2, Bag 3