SDM sebagai perencana dan penyempurna lembaga pendidikan

Oleh : Inding U Supriatna, MM.Pd

Sekretaris ‘Aisyiyah Boarding School Bandung

Dalam QS. al-Hasyr ayat 18, Allah SWT berfirman.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah  dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok ; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalamnya tafsir “al-Misbah” nya, menafsirkan bahwa ayat tersebut berbicara mengenai perencanaan. Beliau mengatakan bahwa manusia harus memikirkan terhadap dirinya dan merencanakan dari segala apa yang menyertai perbuatan selama hidupnya, sehingga ia akan memperoleh kenikmatan dalam kehidupan ini.

Setiap lembaga pendidikan tentunya mempunyai cita-cita bahwa lembaga nya ingin maju termasuk ABS Bandung. untuk mewujudkan hal tersebut, setiap lembaga pendidikan mempunyai perencanaan, seperti ; visi, misi, moto, rencana strategis, rencana kegiatan, statuta, aturan-aturan, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan masih banyak lagi.

Semua perencanaan tersebut tentunya dilakukan oleh manusia, artinya SDM adalah modal utama nya. Oleh sebab itu setiap SDM harus di dorong untuk melakukan perencanaan dalam segala hal yang akan dilakukan. Gunanya perencanaan supaya setiap kegiatan atau program yang akan dilakukan itu dapat tearah, terorganisir, tepat sasaran, tercapai, dan dapat di evaluasi.

Menurut penulis jika merujuk pada ilmu manajemen jenis Perencanaan yang dilakukan di lembaga pendidikan di bedakan menjadi 3 jenis yaitu :

  1. Perencanaan yang sipatnya strategis.

Perencanaan yang sipatnya strategis itu adalah proses yang sipatnya jangka panjang bisa empat tahun, delapan tahun, dua belas tahun dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dan dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal pada lembaga pendidikan. Contoh perencanaan tersebut adalah ; rencana strategis, visi dan misi.

  1. Perencanaan yang sipatnya taktis.

Perencanaan yang sipatnya taktis itu merupakan proses yang terus menerus atau berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu yang dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Contoh perencanaan tersebut adalah ; program tahunan, program semester, program bulanan setiap bidangnya.

  1. Perencanaan yang sipatnya operasional.

Perencanaan yang sipatnya operasional yaitu perencanaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi prosedur, proses dan rencana aksi yang akan dilakukan. Kegiatannya merupakan rutinitas, oleh sebab itu rencananya dikembangkan dalam waktu singkat dan pendek. Contoh perencanaan tersebut adalah ; rencana pelaksanaan pembelajaran, jurnal kegiatan, lembar kendali kerga, agenda mengajar/kegiatan dan lainya.

Merujuk pada tulisan sebelumnya tentang pengelolaan SDM dan dengan melihat kilasan di atas yaitu SDM sebagai pemikir, penggerak dan perencana, maka sesungguhnya SDM adalah penyempurna dari tujuan lembaga pendidikan. SDM lah  yang akan mengajak, memfungsikan, dan menggerakan semua elemen-elemen di lembaga pendidikan untuk menjalankan misi besarnya.

 

Dengan ini, hadirnya SDM adalah semangat berkemajuan, etos kerjanya pencerahan, sipatnya ta’awun, potensinya untuk mengajak semua elemen dapat mengenal cita-cita lembaga pendidikan, tertarik untuk membangun jejaring bersamaan, dan akhirnya masyarakat, umat dan bangsa benar-benar dapat merasakan perannya dan manfaatnya.

____________________