Sumber Daya Manusia Sebagai Pemikir, Penggerak dan Pelangsung Tujuan Lembaga Pendidikan

Oleh : Inding U Supriatna, MM.Pd

Sekretaris ‘Aisyiyah Boarding School Bandung

 

 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Ali Imron: 190-191).

Allah SWT menganugerahkan akal bagi manusia, dengan kemampuan berfikirnya, manusia dapat mengatur tindakannya secara tertib dan teratur, dan menggerakan seluruh organ-organnya. firman Allah dalam QS as-Sajadah [32]: 9 ,

“kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.

Secara umum, semua unsur yang ada di lembaga pendidikan itu bergerak dan berfungsi berdasarkan pada hasil rasa, cipta, dan karya SDM nya. Lembaga pendidikan yang berkembang dan maju akan berpangkal pada upaya kemampuan berpikir SDM nya. SDM harus di dorong untuk terus berpikir sehingga menemukan ide-ide baru, gagasan-gagasan baru dan tentunya karya-karya baru dalam segala bidang. Oleh sebab itu dalam membangun lembaga pendidikan dibutuhkan SDM yang berpikir kreatif dan inovatif serta visioner dalam merealisasikiannya, sehingga lembaga pendidikan dapat memanfaatkan potensi SDM nya dan potensi sarana dan prasarana dan apapun yang dimilikinya dengan baik.

Karena pemikirannya, manusia dapat menggerakan dirinya sendiri dan bahkan menggerakan orang lain. SDM sebagai penggerak sebuah lembaga pendidikan harus fokus pada peningkatan kualitas, oleh sebab itu ia berfungsi sebagai kader, ia menjadi tauladan dan menjadi sumber energi perubahan. SDM penggerak adalah SDM yang memiliki kemauan memotovasi dirinya sendiri dan juga memotivasi sesama rekannya dalam mewujudkan tujuan lembaga pendidikan.

Lembaga Pendidikan harus terus memberikan pembinaan bagi guru, pembina, staf, dan juga tenaga non pendidikan, yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang berfungsi sebagai kader, ia memiliki kemampuan untuk pemimpin dirinya sendiri supaya bisa terus berkembang. Semua SDM di lembaga pendidikan harus jadi kader, karena merupakan calon pemimpin setiap bidangnya, karena itu mereka diharapkan mampu mandiri, dan mejadi insan yang bertaqwa kepada Allah SWT, serta mempunyai akhlak mulia, kreatif, mampu bergotong royong, bersosial, berbudaya dan visioner.

Untuk mewujudkan SDM sebagai penggerak / kader dapat dilakukan dilakukan dengan beberapa proses. dimulai dari proses rekrutmen, dilanjutkan dengan diadakannya bimbingan, perkaderan, pembinaan, pendidikan dan pelatihan, kemudian sampai pada tahap ujian kelayakan bagi SDM yang dipilih menjadi pemimpin di bidangnya.

SDM, selain berfungsi sebagai pemikir, dan penggerak, juga memfunyai fungsi sebagai pelangsung, sebab berlangsungnya sebuah lembaga pendidikan berdasarkan SDM yang dimilikinya. Oleh sebab itu Lembaga Pendidikan harus berkomitmen dan melakukan kerja sama dengan berbagai bidang dan bermitra selain dengan orang tua juga dengan pemerintah melalui dinas dan badan, swasta, dan masyarakat, untuk memastikan bahwa SDM dapat berdampak besar di lingkungan internal sekolah, orang tua siswa, siswa, masyarakat, bangsa dan negara pada umumnya.

__________