Hari Bumi Kita Belajar di Luar

Tidak ada planet yang memiliki keunikan, keberagaman dan keajaiban yang dapat ditemukan di antara bentuk-bentuk kehidupan seperti di Bumi yang kita diami ini, Rahayu. 

Hari bumi yang  rutin diperingati setiap tanggal 22 April adalah hari yang didedikasikan bagi pendidikan lingkungan. Hari ini selalu digembirakan dengan kegiatan-kegiatan seperti pekan Bumi atau diskusi-diskusi mengenai lingkungan. Isu lingkungan telah menjadi persoalan global, semakin banyaknya peristiwa-peristiwa bencana adalah dampak dari tidak seimbangnya lingkungan. Manusia melalui hari ini diingatkan kembali untuk bijak  terhadap lingkungan dengan cara mengurangi kebiasaan yang justru membebani lingkungan. Baca juga : Sadar, Bijak, Bertindak

Menebar bibit bunga Kosmos sebagai pembasmi hama alami di hutan

Di hari yang sama santriwati Aisyiyah Boarding School Bandung melaksanakan kegiatan outing, yaitu belajar di luar kelas. Belajar di luar ini bertujuan untuk mendekatkan santriwati dengan objek belajarnya. Tidak hanya satu mata pelajaran saja, kegiatan ini dapat melibatkan beberapa mata pelajaran sekaligus. Dapat disebut juga proses pembelajaran holistik, dimana santriwati akan melibatkan seluruh indranya dan berinteraksi dengan objek belajarnya dan mendapatkan pengalaman baru.

Adalah Tani Kota Agrowisasata yang menjadi kunjungan outing kali ini, tempat ini tidak jauh dari pusat kota Bandung. Bisa dikatakan tempat yang menarik karena berada di kota dimana pembangunan pemukiman, kawasan komersil dan jalan tidak menyisakan lahan-lahan kosong. Tani Kota sangat cocok untuk santriwati menemukenali  lingkungan, berkebun, membuat kompos, nyawah hingga ngabedahkeun balong. Selain itu santriwati juga diajak trekking oleh kakak-kakak fasilitator mengelilingi area seluas +/- 2 hektar menikmati hutan kaliandra, menyusuri pinggiran sungai dan menabur benih bunga. Outing kali ini membawa santriwati kelas 2 SMP dengan fasilitator pembimbing dari ABS dan Fasilitator Tani Kota silakan kunjungi Instagramnya @tani_kota .

Trekking memasuki hutan Kaliandra, sejenis pepohonan khas

Kegiatan seperti ini sudah pasti sangat seru, apalagi kita yang jauh dari suasana pedesaan, perkebunan dan bahkan pegunungan. Lingkungan seperti ini telah memberikan kita pemahaman pentingnya bijak lingkungan. Yaitu bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya, seperti yang dilakukan oleh kakek nenek kita. Mereka sangat menghormati alam melalui aktivitasnya, karena mereka menyadari sepenuhnya bahwa alam lah yang memfasilitasi kebutuhan manusia. Sebagai bagian dari rasa syukur kepada Allah maka kita harus merawat fasilitator kita yaitu alam dan segala isinya secara berkesinambungan.

___

Oleh : Adi Adei | Rumpun Sosial

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *