Internalisasi Akhlak pada program peminatan Tapak Suci Putra Muhammadiyah di Aisyiyah Boarding School Bandung

Oleh : Adi Adei & Tim Pelatih TS ABS

Tapak Suci — Tapak Suci Putra Muhammadiyah adalah salah satu perguruan seni bela diri Pencak Silat, seperti yang kita ketahui bahwa Pencak Silat (PS) merupakan salah satu indigenous Bangsa Indonesia. Lini masa sejarah mencatat bahwa salah satu kekuatan bangsa ini meluaskan peradabannya sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara adalah dengan pencak silat. Sebagai seni bela diri, pencak silat menunjukan karakter dan kekuatan suatu bangsa yang tidak bisa serta merta ditundukan bangsa lainnya.

Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang lebih dikenal dengan sebutan Tapak Suci saja adalah organisasi otonom di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. Dengan begitu Tapak Suci turut pada induk organisasi dengan berasaskan Islam, berdasarkan pada sumber Al Quran dan Sunnah, dan berjiwa persaudaraan. Silat bisa berarti Silaturahmi, dalam KBBI silaturahmi berarti Tali Persahabatan, bersilaturahmi berarti : Mengikat tali persahabatan. Islam mengajarkan agar setiap muslim menjalin persaudaraan dan kebaikan dengan sesama seperti dengan tetangga maupun anggota masyarakat lainnya dengan memelihara hak dan kehormatan sebagai sesama manusia.

Akhlak merupakan penggenap dari pembelajaran di dalam Tapak Suci,  setiap siswa Tapak Suci harus meneladani prilaku Rasulullah Saw dalam mempraktikan akhlak mulia[2] sehingga menjadi uswah hasanah yang diteladani oleh sesama berupas sifat Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Dengan demikian perpaduan menanamkan nilai-nilai akhlak dan olah ragawi di dalam Tapak Suci akan memunculkan karakter yang “Masagi” dalam istilah kearifan lokal.  Sebagaimana tujuan dari Tapak Suci adalah untuk membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur, tahu mana benar dan salah, dan memiliki iman dan taqwa.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia internalisasi diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya. Internalisasi Akhlak pada program peminatan Tapak Suci di ABS adalah proses pembinaan  Tapak Suci dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan secara luas, terintegrasi dan kolaboratif.

“Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi Kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah”

begitulah motto dari Tapak Suci. Setiap zaman, setiap generasi memiliki tantangannya sendiri, zaman milenial ini salah satu tantangannya adalah prilaku. Dengan semakin mudahnya mengakses Internet dimana berbagai informasi berseliweran cepat melalui gawai,  maka akan memengaruhi karakter seseorang bisa positif juga negatif. Seperti mudah mengeluarkan kata-kata tidak elok, pintar tapi tidak santun, hingga memproduksi informasi-informasi tidak  benar atau disebut “hoax”.  Melalui Tapak Suci diharapkan muncul generasi-generasi yang memiliki akhlak dan karakter tidak pantang menyerah, untuk menjawab setiap tantangan dihadapannya.

Tapak Suci Putra Muhammadiyah Aisyiyah Boarding School Bandung (ABS)  adalah salah satu peminatan wajib, dimana setiap santriwati harus mengikuti pembelajaran selain di kelas. Santriwati diberikan pilihan untuk mengikuti Tapak Suci melalui dua saluran yaitu jenjang perkaderan umum dan prestasi. Setiap tahun diadakan Ujian Kenaikan Tingkat untuk mengukur dan mengevaluasi proses belajar santriwati ABS. Santriwati harus mempertanggungjawabkan keilmuannya sebelum naik jenjang yang ditandai dengan “melati” pada sabuk Tapak Sucinya. Dengan adanya program  ini diharapkan akan menumbuhkan dan memunculkan karakter dan potensi terbaik yang ada pada diri santriwati ABS melalui Tapak Suci.

Tapak Suci ABS, dibina  oleh pelatih yang akrab disapa Teh Septi dan Teh Syifa kader dari Pimda 011 Pimpinan Daerah Tapak Suci Kota Bandung. Dengan jejaring pelatih dan organisasi yang menaunginya, akan membuka kesempatan santriwati ABS untuk mengembangkan dirinya lebih luas lagi baik pada ranah keilmuan bela diri dan bina prestasi. Selain itupula akan menambah jejaring silaturahmi antar pesilat anggota Tapak Suci dan di luar perguruan. Hal inilah menjadi modal untuk mengembangkan salah satu kecakapan abad 21 berbasis kearifan lokal (local wisdom).

2] Q.S Al Qolam/68:4

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *