Vaksin dan Ikhtiar Mengurangi Risiko Covid-19

Oleh : Adi Firmansyah

Nyaris satu tahun lamanya kita menghadapi situasi pandemi Covid-19, seiring berjalannya waktu warga yang terpapar wabah ini kian bertambah. Lembaga pendidikan seperti ‘Aisyiyah Boarding School Bandung (ABS) merasakan dampaknya dengan penutupan aktivitas belajar tatap muka. Mitigasi dilakukan ABS untuk mengurangi risiko Covid-19 sebagai sekolah ber-asrama dengan melengkapi protokol kesehatan juga mengikuti program vaksinasi sebagai ihtiar untuk menjaga kesehatan di lingkungan pesantren.

Mudir ABS Dede Kurniawan, beserta beberapa staf mendapatkan kesempatan tahap pertama pada hari Rabu, 17/03/2021 yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Bandung beserta Dinas dan lembaga yang berwenang. Kegiatan vaksinasi dilakukan sebanyak dua kali, secara bertahap  staf dan pengajar di ABS akan diikutsertakan dalam program ini.

Dalam Tuntunan Tarjih Muhammadiyah Tentang Vaksinasi Untuk Pencegahan Covid-19 (dimuat pada majalah Suara Muhammadiyah Nomor 03 tahun 2021) Majelis Tarjih PP Muhammadiyah berpendapat bahwa selain sebagai upaya pencegahan, penurunan risiko penularan dan menghilangkan kedaruratan, vaksinasi juga bertujuan untuk menjaga keberlangsungan generasi. Dengan demikian pentingnya vaksinasi dapat dilihat dari prinsip kemuliaan manusia (a-karāmah al-insāniyyah).

Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan risiko penularan Covid-19 dapat berkurang, hingga pemerintah mengeluarkan keputusan untuk kembali membuka aktivitas pembelajaran secara tatap muka. Dan santriwati khususnya bisa kembali melaksanakan aktivitas belajar secara aman. Namun demikian meskipun sudah ada program vaksinasi, selama virus ini belum dinyatakan musnah dari muka bumi Indonesia, siapapun juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

____________________

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *