Nilai Intelektualitas Sumber Daya Manusia di ABS Bandung

Oleh : Inding Usup Supriatna|Sekretaris ‘Aisyiyah Boarding School Bandung

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat dalam setiap perumusan kebijakan dalam mengembangkan ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung sangatlah bijak dan cerdas. Salah satu cita-citanya merumuskan bahwa tugas yang utama dari ABS Bandung ialah harus mempunyai keunggulan dalam berilmu amaliah. Kata “ilmu” artinya yakni ilm’ yang berarti pengetahuan. Kata ilmu biasa disepadankan dengan kata Arab lainnya, yaitu ma’rifah (pengetahuan), fiqh (pemahaman), hikmah (kebijaksanaan) dan syu’ur (perasaan).

Ada dua jenis pengetahuan, yakni pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah. Pengetahuan biasa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pancaindera, dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memerhatikan objek, cara dan kegunaannya. Dalam bahasa Inggris, jenis pengetahuan ini disebut knowledge. Pengetahuan ilmiah juga merupakan keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan untuk mengetahui sesuatu, tetapi dengan memerhatikan objek yang ditelaah, cara yang digunakan, dan kegunaan pengetahuan tersebut. Dengan kata lain, pengetahuan ilmiah memerhatikan objek ontologis, landasan epistemologis, dan landasan aksiologis dari pengetahuan itu sendiri.  Jenis pengetahuan ini dalam bahasa Inggris disebut science. Ilmu yang dimaksudkan di sini adalah pengetahuan jenis kedua.

Dalam dunia Islam, ilmu bermula dari keinginan untuk memahami wahyu yang terkandung dalam Alquran dan bimbingan Rasulullah SAW mengenai wahyu tersebut. Al ‘ilm itu sendiri dikenal sebagai sifat utama Allah SWT. Dalam bentuk kata yang berbeda, Allah SWT disebut juga sebagai al-Alim dan Alim, yang artinya ‘Yang Mengetahui’ atau ‘Yang Maha Tahu.’ Ilmu adalah salah satu sifat utama Allah SWT dan merupakan satu-satunya kata yang komprehensif serta bisa digunakan untuk menerangkan pengetahuan Allah SWT.

Keterangan tafsir seringkali ditekankan sehubungan dengan kelima ayat Alquran yang paling pertama diwahyukan (QS Al ‘Alaq [6]: 1-5), antara lain bahwa ajaran Islam sejak awal meletakkan semangat keilmuan pada posisi yang amat penting. Banyaknya ayat Alquran maupun hadis Nabi Muhammad SAW tentang ilmu antara lain memberi kesan bahwa tujuan hidup ini ialah memeroleh ilmu tersebut.

Kata “berilmu” ialah “menjadikan berpengetahuan; ada upaya dan usaha supaya sempurna pikiran dan rasanya”. Objek yang berilmunya bukan hanya santrinya akan tetapi seluruh SDM yang terlibat, serta secara keseluruhan kehidupan ber-ABS, yang menyangkut budaya, sistem, serta lingkungannya.

Menurut Haedar Nasir (Ketua PP Muhammadiyah) manusia itu identik menjadi yang berkebudayaan Iqra dan membentuk peradaban maju yang cerah-mencerahkan dalam rancang-bangun  “al-madinah al-munawwarah”.

ABS Bandung tidak akan secara langsung bisa tumbuh, berkembang, maju dan menjadi berkualitas. Diperlukan rencana sistematis serta berkelanjutan melalui proses jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Di zaman revolusi industri 4.0 SDM harus memiliki keahlian, kemampuan dan penguasaan terhadap teknologi, akan tetapi tentunya harus juga di topang oleh kreatifitas dan riset ilmiah dalam setiap aktifitasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut harus dibentuk budaya secara tersistem dan berkelanjutan melalui budaya iqro, membaca tekstual, tradisi membaca kontekstual dengan riset ilmiah untuk membangun akar, batang dan ranting dalam kehidupan berilmu yang berkeadaban dan berkemajuan di ABS Bandung sebagai lembaga pendidikan.

ABS Bandung harus melangkah berjalan ke depan dengan basis SDM berilmu yang berkeadaban dan berkemajuan. akarnya harus dimulai dari sistem “insan kamil” bukan hanya pada orientasi teknologi, bukan pula pada sistem yang hanya memproduksi manusia pekerja dalam paradigma ala-ala pabrikan. Dalam jangka jangka pendek, menengah dan panjang ABS Bandung harus konsisten membangun jiwa, pikiran, dan cita-cita “insan kamil”.

Program pengembangan intelektualitas yang dibangun untuk membentuk SDM berilmu selain memberlakukan tradisi membaca untuk disampaikan dalam kultum rutin harian, juga dengan melakukan pelatihan, pendidikan SDM baik yang dilakukan oleh internal seperti Upgrading, In House Training, membuat modul dan worksheet pembelajaran, ataupun yang bekerjasama dengan eksternal seperti oleh dinas dan lembaga terkait dalam peningkatan kompetensi, kapasitas dan kapabilitas.

Sebagai pengelola SDM, SDM harus diajak membangun tradisi membaca secara kontekstual, segala aktifitas di ABS Bandung baik dalam kegiatan belajar mengajar, mengembangkan kurikulum, mengelola keadministrasian, mengembangkan ekonomi termasuk mengelola infrastruktur, kehatan lingkungan, ketertiban dan keamanan harus diajak untuk riset baik dalam perencanaan ataupun dalam evaluasi walaupun dilakukan secara sederhana.

 

 

Daftar Pustaka :

ABS. (2018). Visi ‘Aisyiyah Boarding School Bandung. Bandung.
Ensiklopedi Islam terbitan PT Ichtiar Baru van Hoeve. Jakarta.  https://republika.co.id/berita/archive/ensiklopedia-islam/58719/ilmu. (diakses pada 02 Pebruari 2021).
ABS. (2019). Program Pengembangan Pegawai. Bandung

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *