Cucuk Lauk, Film dan Kecakapan Literasi

Apa hubungan antara cucuk lauk, film dan literasi?

Cucuk lauk diambil dari bahasa Sunda untuk padanan bahasa Inggris Fishbone. Kita akan mencoba mengikat makna dari film yang kita tonton menggunakan Fishbone Diagram atau diagram Cucuk Lauk. Menonton film bisa menjadi alternatif kita belajar, bahkan Film melibatkan diri kita secara Audio Visual dan tentu saja terdapat banyak pesan dari sebuah film. Pada tahap ini kita akan mengembangkan kecakapan literasi kita melalui media Film.

Tidak semua film memiliki pesan-pesan yang bisa menginspirasi kita, sebelum menonton alangkah lebih baik kita mencari tahu sinopsis dari film yang akan kita tonton. Termasuk batasan usia yang ditetapkan dalam film, tontonlah Film sesuai dengan batasan usia adalah lebih baik. Banyak film bergizi tinggi, salah satunya adalah film Hichki. Film ini bercerita mengenai kiprah seorang guru di India yang harus menghadapi tantangan di sekolahnya. Selain situasi murid di kelasnya, Ibu Guru ini harus pula menghadapi tekanan dari lingkungan sekolahnya.

Bagaimana selanjutnya? untuk mengulas film ini kita siapkan dulu format isian ala ABS, kemudian menggunakan pendekatan 5 Essential  Element of a Story dengan sedikit modifikasi. Fishbone Diagram atau Cucuk Lauk ini akan membantu kita untuk mengulas film yang akan ditonton, jangan lupa diakhir berilah opini dan rating dari film tersebut. Berikut adalah contoh ulasan film menggunakan Fishbone Diagram ala ABS. Download Template 

  1. Judul Film 

Tuliskan judul film beserta Tahun tayang dan sutradara (director) pada bagian kepala sebagai fokus ulasan.

  1. 5 Essenstial Element of a Story

Sebuah cerita setidaknya akan memiliki 5 elemen dasar yaitu Character, Setting, Problem, Key Event dan Solution. 5 elemen pembentuk cerita ini akan memberikan gambaran secara menyeluruh dari film.

  • Character atau karakter akan menggambarkan tokoh yang menjadi pusat cerita, juga tokoh-tokoh penting selama jalannya cerita film.
  • Setting, menggambarkan situasi waktu dan tempat film ini berlangsung.
  • Problem, meliputi permasalahan atau tantangan apa yang dihadapi si tokoh dalam cerita. Bisa jadi bagian inilah yang membuat sebuah cerita film semakin menarik untuk ditonton.
  • Key Event, hampir sama dengan Plot cerita, hal penting apa saja yang membawa penonton ke dalam alur cerita.
  • Solution, bagaimana upaya si tokoh dalam cerita menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapinya. Film Action selalu menampilkan bagaimana si tokoh utama memiliki keberanian dan kekuatan untuk menghadapi marabahaya. Film Drama selalu melibatkan konflik batin yang memengaruhi emosinya untuk menyelesaikan masalah.
  1. Your Opinion 

Pernah merasa diaduk-aduk perasaan oleh sebuah film? Setidaknya itu yang pernah saya alami begitu menonton film Miracle in Cell no.7. Film ini berhasil membuat saya turut menagis, bahkan teman saya yang rock n roll pun tidak kuasa dibuatnya. Menurut saya film seperti itu membuka mata hati kita tentang Cinta terhadap sesama, terkadang ketidak adilan telah membuat Cinta sesama manusia memudar.  Opini adalah pendapat kita atas respon dari film yang kita tonton. Setiap orang tentu akan memiliki pendapat yang berbeda, ada yang melibatkan emosinya, perasaannya atau juga logikanya kembali pada karakter masing-masing. 

  1. Beri Bintang

Setiap film pasti memiliki rating berdasarkan evaluasi yang dilakukan  oleh pihak-pihak tertentu. Nah kita akan memberikan rating sebagai hasil dari ulasan yang kita lakukan terhadap film yang kita tonton. Biasanya rating dinyatakan dalam skala-skala tertentu, ada 5 bintang yang bisa kita warnai untuk memberikan rating dari film tersebut.

Sekarang kita jadi tahu apa hubungan Cucuk Lauk, Film dan Kecakapan Literasi. Secara umum literasi adalah kecakapan yang harus kita miliki dan kembangkan dalam rangka mengelola informasi, mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, mengatur, menggunakan suatu informasi. Film adalah media informasinya sebagai sumber literasi dan Cucuk Lauk atau Fishbone Diagram adalah alat analisisnya. Selamat Mencoba

Baca juga : Analisis Sampah Plastik Kemasan dengan Fishbone Diagram

___

Oleh : Adi Adei | Pengajar Rumpun Sosial

Editor : Teguh Mulyadi | Ka. Bidang Kesiswaan

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *