Nyawah

Melak pare ayeuna mah di sawah, disebutna nyawah. Kaasup tatanen poko nyawah teh, da ari tatanen nu sejenna mah, upamana bae melak sampeu atawa palawija, kaasup kana pagawean sambilan, minangka panayelang tina melak pare.

Menanam padi saat ini dilakukan di sawah, disebut nyawah. Termasuk kegiatan menanam tanaman pokok. Tanaman yang lain seperti menanam singkong atau palawija, termasuk pekerjaan sambilan, sambil menunggu padi siap dipanen. Begitu kurang lebih penjelasan mengenai kegiatan nyawah dari bahasa Sunda di atas, yaitu kegiatan menanam padi yang akan diolah menjadi beras. Seperti yang kita tahu bahwa makanan pokok bangsa kita adalah Nasi, yang dihasilkan dari padi. Proses yang panjang memberikan gambaran bahwa segala sesuatu itu selalu ada prosesnya, dan kita harus menghormati setiap proses contohnya seperti tidak membuang-buang nasi.

Dalam budaya masyarakat agraris nusantara, nyawah sudah menjadi denyut nadi kehidupan. Meskipun saat ini lahan pesawahan harus berlomba dengan waktu tergerus kebutuhan manusia akan pemukiman. Pertanyaannya adalah dari mana kita bisa makan nasi kalau sawahnya tidak ada?

Santriwati Aisyiyah Boarding School mencoba nyawah, menanam padi dengan cara tradisional, kotor-kotoran dan sebagainya. Meski nyawah termasuk pekerjaan berat, karena memelukan fisik yang prima namun dalam model pembelajaran nyawah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan selain tentunya menambah pengalaman dan pengetahuan kita. Juga kita jadi tahu bagaimana para petani bekerja, pasti tidak mudah diperlukan lingkungan yang terjaga seperti sumber airnya, kesuburan tanahnya, dan daya dukung lainnya.

Tidak sedikit juga yang sudah mulai menemukan teknologi menanam padi yang modern melalui pendekatan ilmu pengetahuan. Siapa tahu diantara santriwati kita ada yang menemukan teknologi baru untuk nyawah.

___

Rumpun Sosial

    2 Comments

  1. Mm ayisha khamsa amalia
    23 April 2019
    Reply

    Sae pisan bu guru siip anak2 supados diajar nyawah, smg bisa menghargai sebutir nasi yg dimakannya, jerih payah petani yg menanamnya, dan mensyukuri nikmat limpahan rezeki dari Allah pencipta bumi dan langit beserta isinya ini

    • AdminAbs
      23 April 2019
      Reply

      Alhamdulillah bunda, mudah2an barudak henteu pareumeun obor

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *