Revolusi Indonesia

Sejarah– Rupanya Belanda masih penasaran untuk kembali menguasai Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya. Belanda datang kembali dibawah operasi militer pemulihan keamanan dan ketertiban terutama pelucutan persenjataan Jepang setelah menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945 oleh pihak Sekutu. Berdasarkan persetujuan Potsdam, isi Civil Affairs Agreement diperluas. Inggris bertanggung jawab untuk seluruh Indonesia termasuk daerah yang berada di bawah pengawasan SWPAC (South West Pasific Areas Command). Untuk melaksanakan operasi militer ini maka dibentuklah AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indiers) di bawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Belanda mengambil kesempatan sebagai bagian dari sekutu dengan menyertakan kekuatan militer  NICA (Netherlands Civil Administration) dibawah pimpinan Hubertus Johanes Van Mook.

Tanggal 23 Agustus 1945 pasukan Sekutu dan Nica akhirnya mendarat di Sabang, Aceh, selanjutnya mereka mendarat di Jakarta pada 15 September 1945 dan di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Niat terselubung Belanda dengan memboncengi sekutu rupanya sudah diketahui oleh pihak Indonesia, hal ini semakin memperkuat kecurigaan terhadap Sekutu dan sikap anti Belanda. Van Mook memiliki tugas khusus untuk menguasai Hindia di bawah naungan kerajaan Belanda. Kenyataan berkata lain, Indonesia telah merdeka dan memiliki kedaulatan, tatanan pemerintahan yang sah serta rakyat yang siap mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Hal ini dibuktikan dengan meletusnya pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, pertempuran terbesar dan terberat yang harus dilakoni Indonesia dalam rangka  mempertahankan kemerdekaan dan perlawanan terhadap kolonialisme. Rakyat Surabaya harus berhadapan dengan tentara Inggris dengan kekutan tempur lengkap dan canggih menggunakan persenjataan hasil rampasan dari Jepang. Tidak bisa dipungkiri bahwa pihak Belanda pun melakukan provokasi hingga menyebabkan respon dari pihak Republik Indonesia seperti yang terjadi pada peristiwa perobekan Bendera di Hotel Yamato. Hal ini memicu perlawanan serupa di berbagai daerah seperti Semarang, Ambarawa, Batavia, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Ciranjang dan Bandung serta beberapa tempat di wilayah Sumatera.

Perundingan Linggarjati.

Dengan semakin meningkatnya tensi pertempuran di berbagai daerah, ditambah pihak Inggris sudah mulai kewalahan menghadapi semangat tempur pejuang Indonesia, maka ditempuhlah upaya perundingan untuk menyelesaikan konflik di atas meja. Dengan perundingan pula diharapkan akan mengurangi jumlah korban pertempuran yang terus bertambah. Perundingan linggarjati adalah perundingan pertama pada masa Revolusi Indonesia, dilaksanakan di Linggarjati Kuningan antara Indonesia, Belanda dan Inggris sebagai mediator. Perundingan berjalan alot dan hampir saja menemui titik buntu karena sikap Belanda yang tidak mau mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara Indonesia. Hingga akhirnya perundingan ini menghasilkan kesepakatan antara Indonesia dan Belanda,  berikut ini merupakan isi dari Perjanjian Linggarjati:

  • Belanda mau mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan daerah kekuasaan meliputi Madura, Sumatera, dan Jawa. Belanda sudah harus pergi meninggalkan daerah de facto tersebut paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.
  • Belanda dan Republik Indonesia telah sepakat untuk membentuk Negara serikat dengan nama RIS. Negara Indonesia Serikat akan terdiri dari RI, Timur Besar, dan Kalimantan. Pembentukan RIS akan dijadwalkan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
  • Belanda dan RIS sepakat untuk membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua.

Meskipun pihak Indonesia masih sangat dirugikan dalam perundingan ini yang dikemudian hari di langgar sendiri oleh Belanda, namun setidaknya ini menjadi pintu gerbang Revolusi Indonesia fase berikutnya untuk mempertahankan kemerdekaan yang sejati.

Dari berbagai sumber 

____

Oleh : Adi adei | Pengajar Rumpun Sosial

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *