Kabupaten Bandung – ‘Aisyiyah Boarding School Bandung terus berkomitmen mengembangkan unit bisnisnya melalui berbagai kesempatan, salah satunya mengikuti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Berdasarkan informasi yang dilansir dari https://sharia.republika.co.id/, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) kembali hadir pada 25-29 Oktober 2023. Bertempat di Jakarta Convention Center, acara tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia ini mengangkat tema “Accelerating Sharia Economy and Finance Through Digitalization For Inclusive and Sustainable Growth” dan akan menghadirkan sebanyak 793 exhibitor dari Indonesia serta 20 negara sahabat.

Dikutip dari https://sharia.republika.co.id/, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Wahyu Purnama mengatakan, pada perhelatan kali ini, ISEF berkolaborasi dengan Halal Expo Indonesia (HEI) akan menjadi pameran Business to Business sekaligus Business to Consumer terbesar di Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong percepatan pengembangan produk halal serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang semakin meneguhkan posisi Indonesia sebagai pusat industri halal yang diperhitungkan di dunia.

Pada kesempatan tersebut, ‘Aisyiyah Boarding School Bandung yang memiliki unit bisnis ‘ABS Bakery terpilih sebagai salah satu peserta pameran produk pesantren Muhammadiyah dari Jawa Barat. Hal tesebut karena produk ‘ABS Bakery sudah mendapatkan Sertifikat Halal dan Nomor Induk Berusaha. Produk-produk yang dipamerkan dalam acara tersebut di antaranya kripik pisang rasa cokelat, matcha, karamel, kue jahe, kacang umpet, dan berbagai macam aneka roti.

Selain produk original ‘ABS Bakery, adapula produk-produk dari hasil binaan di beberapa desa, seperti siwang (terasi bawang) hasil binaan dari Kabupaten Cirebon, mustofa godang (talas) dari Kabupaten Tasikmalaya, dan kripik malaysia dari Kabupaten Garut. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Unit Bisnis ‘ABS Bandung, Ririn Dewi Wulandari saat diwawancara oleh Jurnalis ‘ABS Bandung.

“Ketika berbicara misi ekonomi ‘Aisyiyah, kita punya binaan-binaan di beberapa desa yang sudah menghasilkan produk,” ungkapnya.

“’Aisyiyah itu sasaran dakwahnya namanya dhuafa mustad’afin. Nah, dhuafa mustad’afin ini Ibu-ibunya berkumpul atau di komunitas itu mereka punya Balai Sakinah ‘Aisyiyah yang didalamnya ada sosialisasi, pelatihan, konseling. Nah, salah satu yang kemudian dikembangkan di Balai Sakinah ‘Aisyiyah adalah UMKM atau kalau nama ‘Aisyiyahnya adalah Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah. Nah, produk-produk UMKM ‘Aisyiyah itu berangkat dari potensi yang dimiliki dari desa tersebut,” tambah Ririn.

Selain itu, Ririn pun menyampaikan, baik produk asli ‘ABS Bakery atau produk binaan, semuanya sudah memperoleh Sertifikat Halal dan PIRT.

Ririn mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya ‘ABS Bakery menjadi salah satu peserta dalam acara tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

“Terkejut sekaligus bangga kita bisa ikut dalam event sebesar ini. Event besar ini harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk memperluas jejaring dalam mengembangkan unit bisnis pesantren. Buktikan bahwa kita memang pantas dan layak dengan terus melakukan inovasi produk,” pungkasnya.

Leave a Comment