Kabupaten Bandung – Minggu (18/2), ‘Aisyiyah Boarding School Bandung menggelar acara silaturahmi bersama orang tua santriwati SMP dan SMA sekaligus membentuk Persatuan Orang Tua Santriwati (POS) ‘ABS.
Sebanyak 38 orang tua santriwati hadir secara luring maupun daring untuk mengikuti pembentukan Persatuan Orang Tua Santriwati ‘Aisyiyah Boarding School Bandung periode 2024-2026.
Selain itu, acara tersebut dihadiri oleh Heni Nur’aeni, S.H. dan Dra. Etti Sri Mulyati, M.Pd. mewakili Pimpinan ‘Aisyiyah Jawa Barat dan Badan Pembina Pesantren ‘ABS Bandung.
Melalui sambutan, Heni Nur’aeni menyambut hangat kedatangan orang tua santriwati di ‘ABS Bandung dalam rangka silaturahmi dan membentuk POS ‘ABS Bandung. Ia menuturkan bahwa pembentukan POS ‘ABS merupakan suatu keharusan sebagai upaya menjalin silaturahmi dan koordinasi untuk bersama-sama menjadikan santriwati yang qurrata ‘ayun.
“Persatuan Orang Tua Santriwati ini merupakan suatu keharusan yang harus kita bentuk untuk menjalin silaturahim, menjalin koordinasi, bagaimana kita menjaga, membesarkan, mendidik, menjadikan putri-putri kita, qurrata ‘ayun, generasi unggul,” ungkapnya.
Heni mengajak kepada seluruh pihak untuk sama-sama berdiskusi dan bermusyawarah menentukan garis kooordinasi sebagai upaya menjadikan santriwati ahli surga yang mampu meneruskan langkah ke depan.
“Mari kita berdiskusi, mari kita bermusyawarah seperti apa koordinasi yang harus kita lakukan untuk tujuan kita menjadikan putri-putri kita sebagai ahli surga yang akan meneruskan kehidupan kita ke depan,” ajak Heni kepada seluruh orang tua, manajemen, guru, dan musyrifah.
Musyawarah diawali dengan pembahasan AD-ART POS ‘ABS yang selanjutnya pembentukan pengurus baru periode 2022-2026.
Menggunakan model pemungutan suara atau e-voting, Davidrijanto, orang tua santriwati ananda Athifa Naira Izza Rijanto dari kelas 1 terpilih sebagai Ketua Persatuan Orang Tua Santriwati (POS) yang baru dengan perolehan 14 suara.
Sebelumnya, terdapat 12 kandidat yang diusung dalam voting Ketua POS kali ini dengan beragam perwakilan orang tua santriwati dari kelas 1 sampai 5.
Mudir ‘ABS Bandung, Dede Kurniawan, S.Th.I. menuturkan, musyawarah pembentukan Persatuan Orang Tua Santriwati ini perdana diadakan. Ia pun mengucapkan selamat atas terpilihnya Davidrijanto sebagai Ketua POS ‘ABS Bandung terpilih.
Menurutnya, POS ‘ABS atau yang biasa dikenal dengan Komite Sekolah merupakan mitra sekolah, di mana Komite berperan sebagai penjembatan komunikasi antara orang tua santriwati dengan pihak sekolah. Hal itu merujuk pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 yang mengatur secara khusus tentang tugas, peran, dan fungsi Komite Sekolah.
Ketua POS terpilih, Davidrijanto mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan dan memandang POS ‘ABS merupakan salah satu bentuk komitmen ‘ABS Bandung untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan.
“Pertama-tama, saya sampaikan terima kasih kepada Ustadz Dede selaku Mudir dan semua jajaran ‘ABS Bandung yang sudah memberikan kesempatan kepada kami, selaku wali santriwati untuk membentuk POS ‘ABS, kami sangat menghargai hal ini. Kami melihat pembentukan ini sebagai salah satu bentuk komitmen penuh ‘ABS untuk bersama-sama membangun dan memajukan pendidikan di ‘ABS Bandung,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, David menyampaikan rencana terdekat yang akan dilakukan bersama pengurus POS ‘ABS lainnya.
“Kami akan melakukan koordinasi internal dengan pengurus baru guna menjaring aspirasi dari perwakilan masing-masing kelas di SMP dan SMA. Selanjutnya akan mengagendakan pertemuan dengan pihak sekolah, untuk mengetahui apa yang menjadi ekspektasi dari pihak sekolah dengan terbentuknya POS ‘ABS ini,” jelasnya.
Dirinya berharap, POS ‘ABS menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi serta berkolaborasi antara berbagai pihak untuk bisa Silih Asah, Asih, Asuh dalam rangka menyukseskan program-program demi mencapai visi dan misi bersama.
“Harapan kami tentunya, POS ini nantinya dapat menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi serta berkolaborasi antara berbagai pihak untuk bisa Silih Asah, Asih, Asuh dalam rangka menyukseskan program-program yang ada demi mencapai visi dan misi bersama,” sambung David ketika dihubungi oleh Jurnalis ‘ABS Bandung.
Terakhir, David mengajak kepada semua pihak untuk saling bersinergi menjawab berbagai tantangan yang ada dalam mewujudkan visi dan misi ‘ABS Bandung.
“Kita sama-sama memahami betapa pentingnya pendidikan dan pertumbuhan karakter anak-anak kita yang salihah. Apalagi untuk menyongsong masa depan yang semakin menantang, tentunya ini menjadi tanggung jawab kita bersama sesuai dengan peran dan kontribusinya masing-masing. Dengan semua tantangan yang ada, keterbukaan dari masing-masing stakeholder dan komunikasi yang baik antara santriwati, orang tua, asatidz dan musyrifah serta segenap pimpinan dan jajaran ‘ABS Bandung menjadi kunci utama untuk bisa bekerja sama, saling bersinergi menjawab tantangan yang ada untuk mewujudkan visi dan misi bersama. Dengan menjalankan komitmen secara bersama-sama, InsyaaAllah ‘ABS Bandung akan semakin maju dan unggul dalam membentuk insan kamil pembaharu,” pungkasnya.
