Gerakan Literasi Aisyiyah Dorong Santriwati dan Guru Berkarya

Oleh : Adi Firmansyah
Kemampuan santriwati untuk membuat karya tulis adalah salah satu prasyarat untuk mendapatkan kelulusan. Namun karya tulis tidak akan bisa dibuat bila kemampuan membaca santriwati sangat rendah. Membaca dan menulis menjadi satu kesatuan yang aktif membentuk dan mengembangkan potensi belajarnya. Dan akan sangat mendukung proses belajar selama mereka berada di Aisyiyah Boarding School Bandung (ABS).

Untuk mendorong hal tersebut, ABS menerapkan program literasi sekolah yang berlaku setiap pekan. Selain menyediakan berbagai buku diperpustakaan untuk dibaca, ABS mendorong santriwati untuk menulis melalui media Blogs dengan memberikan setoran tulisan secara berkala. Dengan pembiasaan itu santriwati akan berinisiatif mencari dan mengeksplorasi tema-tema yang disukainya. Jenis tulisan sendiri tidak harus berupa karya ilmiah, santriwati dapat mengembangkan kreatifitasnya dengan menulis cerpen baik fiksi atau non fiksi dari pengamatannya pada lingkungan, atau review dari buku-buku yang sudah mereka baca. Selain itu bentuk tulisan yang bisa dibuat para santriwati bisa berupa aktivitas mereka selama belajar di Aisyiyah Boarding School, baik selama berada di kelas, kegiatan outing juga ketika berada di Asrama pasti ada hal-hal yang menarik.

Selain siswa, para guru dan pembina pun didorong untuk membuat tulisan-tulisan apakah itu dengan dimuat pada laman blogs pribadi atau laman resmi ‘Aiysiyah Boarding School. Dengan digulirkannya program ini diharapkan akan mendorong Guru dan Siswa berkarya dalam ranah literasi. Selain itu dengan memanfaatkan internet program ini akan berkembang menjadi kegiatan literasi digital, dimana kita akan belajar bagaimana menjadi bagian dari warga net yang positif dan bertanggung jawab.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *