Pembentukan Kader Da’wah Sejak Dini

‘Aisyiyah sebagai sebuah organisasi wanita islam yang ada di bawah naungan Muhammadiyah menjadikan da’wah sebagai ruh gerakannya.Dalam siklus panjang sebuah pergerakan dakwah, ’pengkaderan’ merupakan proses inti yang harus diberikan porsi khusus, dari sekian banyak konsep yang tercakup dalam sebuah organisasi.Karena kualitas kader, akan menjadi titik tolak kesuksesan sebuah organisasi.

Untuk itu Pimpinan Wilayah (PW)’Aisyiyah Jawa Barat membuat strategi dengan melakukan pendidikan kader da’wah sejak dini. Salah satu strateginya adalah melalui sekolah kader yang dimiliki PW ‘Aisyiyah Jawa Barat. ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung. Di ABS Bandung ini pelatihan kemampuan da’wah menjadi salah satu syarat kelulusan siswinya. Untuk itu dibentuk sebuah mata ajar khusus yang dinamakan “khitobah” yang di dalamnya terdapat metode pengajaran mengenai bagaimana cara berda’wah kepada masyarakat umum. Mulai dari kemampuan menyampaikan, membawakan acara, dan mengajak melalui berbagai media. Seperti tujuan pendiriannya, menjadi apapun nanti lulusan ABS Bandung diharapkan mampu menyampaikan nilai – nilai islam minimal kepada masyarakat terdekatnya. Itulah Agen – agen da’wah yang diharapkan dapat terbentuk dari sekolah kader milik PW ‘Aisyiyah Jawa Barat ini.

Tidak tanggung – tanggung, syarat kelulusannyapun adalah bagaimana bisa berda’wah kepada masyarakat luas tidak hanya di lingkungan sekolah saja. Bekerjasama dengan Majelis Tabligh PW ‘Aisyiyah Jawa Barat, setiap siswi ABS yang akan lulus dijadwalkan mengisi di pengajian ibu – ibu ‘Aisyiyah yang rutin diadakan setiap selasa di Masjid Mujahidin Bandung. Selain itu juga ABS Bandung mengadakan kerjasama dengan DKM Masjid Al Hidayah, untuk melakukan pengajaran kepada anak – anak yang belajar AlQur’an di sana. Hal itu diharapkan dapat melatih kemampuan mereka dalam menyampaikan nilai – nilai islam.Indahnya melihat anak – ank kita sudah belajar dan fasih menyampaikan nilai – nilai islam sejak dini, disana terlihat bahwa kualitas kader akan menjadi pesona tersendiri di mata orang lain. Tapi membangun kualitas yang unggulan, pastilah melewati pergulatan yang panjang. Sehingga kita terbiasa mendengar peribahasa, ’tajam pisau karena diasah’. Begitu juga dengan kader dakwah. Kader unggulan yang lahir, pasti karena melalui proses pendidikan yang panjang dan kontinu.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *