PROBLEMATIKA JENIS SOAL BAHASA INDONESIA PILIHAN GANDA

“Aku paling malas sama soal Bahasa Indonesia, soal-soalnya panjang-panjang.”

Oleh Maulinnisaa Tiur R. N.

Kira-kira seperti itulah gambaran yang sering muncul pada siswa-siswa di sekolah saat dihadapkan dengan bahasan soal Bahasa Indonesia, khususnya soal pilihan ganda. Mindset  tersebut turun menurun menjadi bibit tanpa harus dengan sengaja diviruskan kepada siswa satu ke siswa lainnya.

Hal tersebut sangatlah wajar dan disadari betul oleh banyak orang, khususnya oleh pengajar di bidang Bahasa Indonesia. Sebelum kita berbicara mengenai solusi, mari kita melihat dari sudut pandang konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia tidak akan terlepas dari konteks teks kebahasaan. Dimulai dari struktur kebahasaan, bentuk, dan makna kebahasaan itu sendiri.

Bagaimana evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia dapat tersampaikan?

Beragam bentuk soal tes diberikan kepada siswa. Akan tetapi sering kali bentuk soal evaluasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memerlukan beberapa penjelasan dan paragraf untuk nantinya sampai kepada soal yang dimaksud. Seperti yang kita ketahui, evaluasi pembelajaran Bahasa Indonesia tidak melulu mengenai soal daya ingat atau yang sering kita sebut hapalan. Apabila bentuk tes Bahasa Indonesia berupa pilihan ganda, berarti evaluasi pembelajaran tersebut dalam ragam pembelajaran membaca. Soal bukan daya ingat tidak dapat dengan mudah disampaikan dalam bentuk satu atau dua kalimat. Hal ini lah yang menjadi suatu titik dimana jenis soal Bahasa Indonesia pilihan ganda begitu banyak terdiri atas kalimat.

Di samping itu dari sudut pandang kurikulum, pada kurikulum yang disarankan pemerintah pada tahun ini merupakan gubahan dari kurikulum sebelumnya. Untuk materi Bahasa Indonesia dikenai begitu besar perubahan. Dari awalnya berupa materi-materi kebahasaan dan keterampilan dalam Bahasa Indonesia, seperti materi ragam kata, struktur kalimat, mading, wawancara, puisi, drama, dan materi lainnya, pada kurikulum saat ini materi Bahasa Indonesia adalah materi berdasarkan teks. Contohnya di kelas tujuh, materi Bahasa Indonesia yaitu teks eksposisi, teks eksplanasi, teks observasi, teks deskripsi, dan lainnya. Materi kebahasaan yang biasanya kita jumpai di kurikulum sebelumnya, disisipkan ke dalam materi-materi teks tersebut.

Akan tetapi sebenarnya ada hal yang perlu dilihat dari sudut pandang lain dalam merancang soal bahasa Indonesia pilihan ganda. Perancang soal Bahasa Indonesia baik dari tingkat dasar hingga mahir, merancang soal-soal pilihan ganda untuk dijawab dengan waktu tidak lebih dari tiga menit. Pertanyaan selanjutnya yang timbul bukan  bagaimana pembuat soal bisa merancang soal dengan demikian, akan tetapi bagaimana kita sebagai sudut pandang siswa dapat menyelesaikan soal-soal tersebut dengan waktu tidak lebih dari tiga menit.

Penulis akan membagi  beberapa siasat atau kiat yang dapat dilakukan siswa  saat menghadapi soal pilihan ganda dan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari tiga menit.

  1. Langkah paling utama adalah — “MEMBACA LANGSUNG PERTANYAAN”  Ingat pertanyaan, bukan soal. Biasanya soal pilihan ganda Bahasa Indonesia diletakkan di akhir soal. Langkah ini memudahkan siswa dalam mencari apa yang sebenarnya diajukan oleh soal tersebut. Terkadang soal pilihan ganda  didahulukan dengan penjelasan atau teks dalam beberapa paragraf, hal ini yang membuat siswa sudah merasa kesulitan bahkan malas untuk menjawab soal tersebut, padahal pertanyaan yang diajukan tidak sulit.
  1. Apabila pertanyaan yang diajukan adalah pokok pikiran atau simpulan atau inti paragraf, dan semacamnya, jawaban dari soal tersebut terdapat di awal atau di akhir paragraf. Sehingga siswa tidak perlu membaca teks yang disajikan secara keseluruhan.
  1. Pertanyaan singkat, namun opsi jawaban yang disajikan terdiri dari beberapa kalimat. Inilah cara kedua selain membaca langsung pertanyaan, yaitu menyortir opsi jawaban. Cermati opsi jawaban yang disajikan, fokus dengan inti pertanyaan. Apabila opsi awal (A) hingga opsi akhir (D / E) memiliki kemiripan, fokus pada kata atau kalimat yang menjadi pembeda. Hal selanjutnya akan lebih mudah ditemukan jawabannya.

“Jadi, masih bilang malas saat dihadapi soal-soal pilihan ganda Bahasa Indonesia?”

Apabila opsi jawaban yang disajikan tidak memiliki kemiripan atau sangat jauh berbeda, inilah yang mungkin akan memakan waktu lebih daripada jenis pertanyaan lainnya. Maka dari itu, langkah selanjutnya adalah menyortir satu-satu dari opsi A sambil fokus dengan hal yang diminta oleh soal tersebut.

Tidak sulit sebenarnya apabila kita membiasakan menjawab soal-soal Bahasa Indonesia dengan siasat di atas. Apalagi bagi siswa yang akan menghadapi UN atau tes Ujian Masuk perguruan tinggi, langkah dalam menjawab soal dengan efektif sangat diperlukan.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *