Tajdid Pesantren Bersih ‘Aisyiyah Boarding School Bandung

Ditulis oleh: Inding Usup Supriatna, MM.Pd

Tajdid atau “at-Tajdid” ialah kata yang diambil dalam bahasa Arab, berakar dari kata “jaddada-yujaddidu-tajdiidan” yang artinya “terbaru” atau “menjadi baru”. Menurut Prof. Haedar Natsir Kata tajdid secara bahasa maknanya mengembalikan (al-I’adat), menghidupkkan (al ihya), membangkitkan (al -ba’ats, al sahwa), dan memperbaiki (al-ishlas). Artinya jika membahas kata “tajdid” dalam suatu pemikiran dan gerakan maka haruslah mencakup keseluruhan dari kata itu yang mengandung makna dan aspek mengembalikan, menghidupkan, membangkitkan, dan memperbaharui atau membangun.

..memiliki keluhuran ilmu yang memberi dampak manfaat dan juga maslahat kepada dirinya sendiri, masyarakat, maupun lingkungan sekitarnya, termasuk salah satunya dalam penegelolaan lingkungan pesantren secara bijak;

Tajdid dalam perspektif Al Qur’an berkaitan dengan perubahan kearah kemajuan sebagaimana dalam firman Allah yang artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri” (QS. Ar-Ra’du:11).

Tajdid atau pembaharuan sasaran atau maksudnya menurut Djindar Tamimy adalah mengenai dua segi, ialah dipandang dari pada/menurut sasarannya. Pertama, berarti pembaharuan dalam arti mengembalikan kepada keasliannya/kemurniannya, bila tajdid itu sasarannya mengenai soal-soal prinsip perjuangan yang sifatnya tetap atau tidak berubah-ubah. Kedua, berarti pembaharuan dalam arti modernisasi, ialah bila tajdid itu sasarannya mengenai masalah seperti metode, system, teknik, strategi, taktik, perjuangan, dan lainnya, yang sipatnya berubah – ubah, sesuai dengan situasi dan kondisi/ruang dan waktu.

Muhammadiyah/’Aisyiyah dikenal juga sebagai Gerakan Tajdid, ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung sebagai bagian dari Amal Usaha ‘Aisyiyah akan terus melakukan gerakan tajdidnya termasuk dalam mengelola Lembaga Pendidikan (Pesantren). Visi dari ‘Aisyiyah Boarding School Bandung adalah Menjadi Lembaga Pendidikan yang unggul dalam berilmu amaliah dan beramal ilmiah dalam membentuk insan kamil pembaharu. Artinya seluruh warga ABS harus memiliki pondasi keimanan yang kuat juga memiliki keluhuran ilmu yang memberi dampak manfaat dan juga maslahat kepada dirinya sendiri, masyarakat, maupun lingkungan sekitarnya, termasuk salah satunya dalam penegelolaan lingkungan pesantren secara bijak; dengan pendekatan ilmu yang menghasilkan nilai kebersihan; keindahan, keasrian dan Kesehatan.

Gagasan & Gerakan 

Gagasan serius pengelolaan lingkungan di Pesantren atau sekolah selama ini kurang diperhatikan secara khusus dan serius. Padahal, gagasan khusus dan serius penegelolaan lingkungan di Pesantren atau sekolah Muhammadiyah/’Aisyiyah sudah dirumuskan jauh-jauh hari oleh Persyarikatan Muhammadiyah termasuk di dalamnya adalah ‘Aisyiyah.

Seluruh civitas ABS Bandung sebagai pelaksana gagasan pesantren bersih yang memproduksi nilai kognitif, apektif dan psikomotor dan implementasi gerakan pesantren bersih dan sehat

Pemikiran dirumuskannya secara resmi pengelolaan lingkungan dilingkungan Muhammadiyah yaitu  Pada Muktamar ke 42 tahun 1990 di Yogyakarta, Muktamar Muhammadiyah ke 44 tahun 2000 di Jakarta, Muktamar ke 45 di Malang, dan Muktamar ke 46 di Yogyakarta dan diterbitkannya publikasi etika dan aktifisme lingkungan seperti buku Teologi Lingkungan, Fikih Air dan Fikih Kebencanaan.

Pemikiran dirumuskannya secara resmi pengelolaan lingkungan dilingkungan ‘Aisyiyah Jawa Barat itu pada putusan Musywil ‘Aisyiyah Jawa Barat pada tahun 2010 di Tasikmalaya dan Tahun 2015 di Ciamis dan Forum-forum rapim ‘Aisyiyah Jawa Barat yang terus menghadirkan ide dan gagasan Pesantren ‘Aisyiyah yang terkelola dengan baik salah satunya mampu mengelola liingkungan nya.

Pemikiran tersebut berlanjut dalam mengelolaan lingkungan di Amal Usaha ‘Aisyiyah yaitu Sejak tahun 2013 (awal ABS berdiri) yang menjadi kampanye prioritas  ‘Aisyiyah Boarding School Bandung sebagai salah satu pilot projek pesantren terbersih dan sehat di Jawa Barat.

Dalam mewujudkan Pesantren bersih terdapat pemikir, penggerak, dan pendukung di ‘Aisyiyah Boarding School Bandung. Pemikir ialah PW ‘Aisyiyah Jawa Barat dan BPH ABS Bandung sebagai Penyelenggara Lembaga Pendidikan sekaligus pencetus gagasan besar Pesantren bersih. Penggerak, ialah Pimpinan, Pengelola dan seluruh civitas ABS Bandung sebagai pelaksana gagasan pesantren bersih yang memproduksi nilai kognitif, apektif dan psikomotor dan implementasi gerakan pesantren bersih dan sehat. Pendukung, ialah Majelis lingkungann hidup dan ketahanan pangan serta Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah Jawa Barat yang membantu hadirnya berbagai jenis metode dan inovasi pengelolaan lingkungan pesantren bersih dan sehat.

Aktualisasi Gerakan

Dalam mengaplikasikan dan mengaktualisasikan Gerakan pesantren bersih dan sehat di ‘Aisyiyah Boarding School Bandung beberapa ikhtiar program telah dilakksanakan diantaranya;

  1. Melakukan edukasi dan kajian lingkungan secara obyektif, menyeluruh dan berkeadilan dalam rangka peningkatan kesadaran dan kepedulian kepada seluruh Civitas dan Santri ‘Aisyiyah Boarding School Bandung.
  2. Menjalin kolaborasi dan gotong royong dengan majelis dan/atau lembaga internal Muhammadiyah/’Aisyiyah serta lembaga Pemerintah dalam rangka pengembangan, inovasi, kreatifittas dan keberlanjutan dalam bidang lingkungan hidup.
  3. Melaksanakan Gerakan budaya bersih dan sehat dimanapun dan kapanpun kepada seluruh civitas dan santri.
  4. Mengkamapanyeukan dan sosialisasiikan kepada masyarakat dan tamu yang datang masuk dalam kawasan bersih dan sehat.
  5. Melakukan penghijauan Pesantren dengan membuat taman dan kebun yang ditanami tanaman hias, tanaman obat, umbi-umbian, buah-buahan, sayuran dengan nama buruan sae.
  6. Melakukan pengelolaan sampah; pemillahan sampah, daur ulang sampah, pembuatan pupuk kompos, dan pembuatan bank sampah.

__________