Ekowisata Pangalengan : Dari Sejarah Hindia Belanda sampai Buah Jeruk

Ekowisata Pangalengan : Dari Sejarah Hindia Belanda sampai Buah Jeruk

Jawa Barat dengan kekayaan sumber daya alamnya mulai dari pesawahan, perkebunan, perikanan dan lain sebagainya. Ditunjang oleh kondisi geografis yang luar biasa lengkap mulai dari pegunungan, sungai, danau hingga lautan. Tidak dipungkiri hal ini menjadikan Jawa Barat sangat kaya dengan hasil alam yang sudah diminati sejak Hindia Belanda menjejakan kakinya di Nusantara untuk menguasai seluruh sumber daya tersebut.

Dengan suhu udara yang sangat sejuk dan segar dan tanah vulkanis yang subur, adalah perkebunan teh Malabar dengan luas sekitar 2.022 Ha setiap hari dapat mengolah 60.000 kg pucuk teh dengan hampir 90% pemasarannya ke Luar negeri untuk teh kualitas Premium, tenaga kerja yang telibat mencapai 1.000 orang dan perkebunan ini telah berdiri sejak Tahun 1890 an oleh Preangerplanter bernama Kerkhoven yang juga membuka perkebunan di daerah Gambung, Ciwidey.

Perkebunan Teh Malabar semakin maju pada saat sepupu kerkhoven menjadi Administratur yang bernama Karel Adolf Rudolf Boscha dan menjadi “Juragan Teh Priangan” yang produknya mampu menembus pasar global. Selain itu Boscha pun dikenal sangat dermawan dan memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan perannya dalam pembangunan beberapa tempat seperti Technische Hoogeschool (ITB), Societeit Concordia(Gedung Merdeka), dan Observatorium Boscha (peneropongan Bintang).

Boscha juga membina masyarakat sekitar untuk budi daya Sapi perah dan Sekolah dasar sebagai dukungannya pada gerakan Politik Etis. Selain itu untuk mendukung perkebunan dan keperluan lainnya maka disekitar pangalengan dibangun pembangkit listrik serta danau buatan yang kini dikenal dengan nama situ Cileunca yang berfungsi sebagai cadangan air dan pariwisata.

Santriwati Aisyiyah Boarding School Bandung berkesempatan melaksanakan Ekowisata di Pangalengan melalui  Outing Program. Perjalanan dari Bandung kurang lebih memerlukan waktu  2 jam hingga memasuki perkebunan Teh Malabar. Agenda kegiatan santriwati meliputiTea Walk dan Historical Story Telling, dilanjutkan kunjungan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung, Wisata Danau Cileunca dan diakhiri dengan Agrowisata Kebun Jeruk.

Udara yang sejuk menyambut santriwati di lapangan bola Kebun Teh Malabar, dari situ kami akan melaksanakan Tea Walk, menyusuri kebun teh menuju beberapa titik singgah seperti Sekolah Dasar pertama yang dibangun Boscha, Makam hingga Kediaman Boscha. Selain itu juga dilakukan historical story telling untuk memberikan informasi-informasi kesejarahan dari perkebunan teh Malabar. Santriwati yang dibagi menjadi beberapa kelompok diberikan modul untuk diisi dan dilengkapi, dengan didampingi fasilitator untuk mengarahkan alur kegiatan pembelajaran, kegiatan ini sangat menarik dan menyenangkan karena dilaksanakan di luar kelas tentu saja.

Kemudian kami mengunjungi Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Bandung H. Usep yang juga tinggal di Pangalengan, Santriwati selain silaturahmi juga mendapatkan paparan tentang bagaimana kegiatan Dakwah, pemberdayaan masyarakat dan amal usaha  Muhammadiyah di Pangalengan. Setelah makan siang, santriwati mencoba mengitari situ cileunca menggunakan perahu dan melihat beberapa titik yang dijadikan saluran air untuk pembangkit listrik. Agenda terakhir dilaksanakan di Kebun Jeruk milik H. Usep, santriwati belajar mengenai perkebunan dan memetik jeruk langsung di kebun.

Menjelang petang kami sudah bersiap di Bis untuk kembali ke Pesantren Aisyiyah Boarding School dengan segudang pengalaman dan pengetahuan baru untuk kami bagikan ceritanya. Tidak lupa buah tangan yang dibeli di tempat oleh-oleh seperti Bakpia Pangalengan, permen susu dan lainnya untuk yang tidak berkesempatan ikut. Sungguh luar biasa anugrah yang Allah berikan kepada kita berupa hamparan bumi dengan segala isinya yang bisa dimanfaatkan untuk kehidupan, yang semuanya bermuara pada rasa syukur kepada Allah SWT.

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *