BANDUNG — ABS Bandung bekerja sama dengan Jabar Saber Hoaks sukses adakan pelatihan literasi digital dengan tema “Kejar Tabbayun: Cek Fakta Mandiri Bersama Jabar Saber Hoaks”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 28 Februari 2023 dan bertempat di Masjid Jami Siti Walidah ABS Bandung ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E. yang sekaligus menjadi keynote speaker.

 

Adapun tujuan kegiatan ini, yakni untuk mengedukasi anak muda, khususnya santriwati terkait pemilahan informasi fakta dan hoaks. Pelatihan ini menyasar kalangan muda karena mayoritas pengguna gadget. Oleh karena itu, harapan Wagub Jabar terhadap kegiatan ini sangat besar. “Mudah-mudahan kegiatan ini membawa kebaikan dan kemaslahatan supaya kebohongan tidak merajalela,” papar Uu.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua PW ‘Aisyiyah Jabar, Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd. Menurutnya kegiatan ini upaya untuk mencerdaskan santriwati ABS dalam berliterasi digital. Selain itu, kegiatan tersebut juga sejalan dengan program ABS Bandung yang memiliki visi pesantren berkemajuan. Kegiatan inti dari program ini diawali dengan pemberian materi oleh Kelik Nursetiyo Widiyanto sebagai Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PWM Jawa Barat. 

Selanjutnya praktik pencegahan hoaks yang didampingi oleh narasumber, R. Tommy Sutami, S.H sebagai Ketua Divisi Penerima Aduan dan Pemeriksa Fakta Jabar Saber Hoaks. Para santriwati ABS Bandung sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut terutama pada saat praktik cek informasi, cek kekuatan password, dan cek kebocoran email.

 

Acaranya sangat bagus, pematerinya juga seru. Acara ini bagus untuk kita sebagai generasi Z di era digital. Selain itu, dapat memicu antibodi kita terhadap hoaks yang berseliweran di mana mana” tutur Riza, salah satu santriwati ABS Bandung.

Kegiatan yang menyasar kalangan pesantren di 27 kabupaten/kota wilayah Jabar ini tentu bukan tanpa alasan. Isu agama yang mudah sekali menjadi topik pembahasan menjadi latar belakangnya, sedangkan pesantren sangat dekat dengan hal tersebut. Oleh karena itu, Tomi berharap setelah kegiatan ini santriwati ABS Bandung menjadi agen penjernih informasi dan bijak dalam memposting atau membagi konten yang dimiliki. Tak hanya itu, pun jangan takut memberi kebenaran informasi melalui pola dasar cek informasi yang sudah dimiliki. ***Dhiya – Jurnalis Seru SMP ABS Bandung

Leave a Comment