Kabupaten Bandung – ‘Aisyiyah Boarding School Bandung terus melakukan inovasi melalui program Green Pesantren, terutama  dalam mengatasi sampah secara signifikan. Salah satunya dengan budi daya maggot black soldier fly (BSF) atau larva lalat tentara hitam yang memiliki banyak kelebihan.

Berbeda dari lalat biasa, serangga ini ternyata mampu mengurai sampah organik. Bahkan, maggot yang telah menjadi bangkai lalat BSF juga bisa menjadi pakan ternak berprotein tinggi.

‘ABS Bandung memiliki lokasi khusus untuk budi daya maggot. Di lokasi tersebut terdapat kandang maggot dengan kerangka kayu dan adapula yang disusun dengan media batako. Selain itu, terdapat kelambu hijau yang berfungsi sebagai tempat BSF kawin dan memproduksi telur hingga penetasan. Di dalamnya diletakkan daun pisang kering dan papan kayu agar lalat betina bertelur.

Engkos Kosasih, salah satu narasumber pembudidaya maggot BSF dari ‘ABS Bandung menerangkan bahwa maggot BSF merupakan larva atau belatung yang berasal dari telur serangga lalat yang bernama black soldier fly (BSF).

Diketahui, lalat biasa yang identik dengan serangga kotor seakan sirna dengan adanya lalat BSF. Sebab, ia bertugas sebagai pengurai sampah organik yang sangat baik sehingga sampah organik tidak menimbulkan bau dan dapat mengurangi pencemaran udara. Jenis serangga ini pun tidak membawa penyakit dan aman untuk manusia.

“Serangga ini tidak menyebabkan penyakit dan aman untuk manusia. Maggot BSF hanya mengurai sampah organik, baik dari sisa makanan manusia, buah-buahan, sayuran, dan sejenisnya. Maka, serangga ini sangat membantu kita untuk mengurangi sampah organik, baik dari limbah dapur, atau makanan sisa dari santriwati atau staf ‘ABS Bandung,” jelasnya ketika ditemui di lokasi budi daya maggot, Rabu (24/04).

Lebih lanjut, selain untuk mengurai sampah organik, Engkos menilai maggot BSF ini memiliki beragam manfaat.

“Selain untuk mengurai sampah organik, budidaya maggot BSF ini memiliki beragam manfaat, yaitu sebagai pakan ternak dengan protein tinggi, baik larvanya maupun bangkai lalatnya yang diberikan secara langsung kepada ternak atau diolah menjadi pakan siap pakai, sejenis pelet. Sementara kasgot (bekas maggot) dapat digunakan sebagai pupuk organik yang sangat bagus untuk membantu menutrisi dan menyuburkan tanah,” terangnya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Engkos sebagai pembudidaya maggot BSF di ‘ABS Bandung, per harinya, total sampah organik yang terkelola sekitar 5 kg dari 1 kg maggot. Menurutnya, kebutuhan sampah organik semakin besar seiring bertambahnya jumlah manggot.

Leave a Comment