Kabupaten Bandung – ‘Aisyiyah Boarding School Bandung berhasil menorehkan prestasi pada ‘Aisyiyah Students Competition Indonesia yang digelar di Bojonegoro, Jawa Timur.

‘Aisyiyah Students Competition Indonesia atau dikenal ASCI merupakan salah satu kegiatan yang diprakarsai oleh Ikatan Guru ‘Aisyiyah Seluruh Indonesia (IGASI). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai ajang silaturahmi dan perlombaan bagi para peserta didik yang berasal dari sekolah, madrasah, pondok pesantren, atau ma’had ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA se-derajat.

Mengusung tema “ASCI 7: Pandu Seru Lampaui Batas Maksimalmu”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta didik dari berbagai daerah untuk mengikuti berbagai jenis perlombaan.

Sebelumnya, ‘Aisyiyah Boarding School Bandung telah mengirimkan kontingen Hizbul Wathan untuk mengikuti kegiatan ‘Aisyiyah Students Competition Indonesia yang berlangsung selama 4 hari, Senin-Kamis (27-30/11) di Bumi Perkemahan Wana Tirta, Dander Alang-Alang Kemangi, Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Pada akhir kesempatan tersebut, kontingen Hizbul Wathan ‘ABS Bandung berhasil meraih prestasi dari berbagai jenis perlombaan, di antaranya Juara 1 Pildasci (Pemilihan Dai ASCI/Lomba Pidato) Tingkat Penghela (SMA se-derajat) berhasil diraih Meutia Kholilah Gufron, Juara 3 Lomba Broadcasting Tingkat Pengenal (SMP se-derajat) diraih oleh Fatimah Az-Zahra, dan Juara 2 Pensi (Around The World) diraih oleh Qobilah Siti Baroroh Baried Tingkat Penghela (SMA se-derajat) yang terdiri dari Fatimah Az-Zahra, Raisa Adli, Dara Damayanti, Mahaina Nur Farida, Meutia Kholilah Gufron, disertai Floren Maheswari Marjuki, Vidya Ahna Amalia, Adelia Sanuya Nidya Iftinah, Kamilatun Amal Adilah Hidayat, dan Shazfa Quinn Asshalina. Selain itu, mereka berhasil mencatatkan namanya sebagai peraih kategori Qobilah Tingkat Penghela Terspesial pada ajang kompetisi tersebut.

Pengalaman mengesankan dirasakan oleh santriwati ‘ABS Bandung, Meutia Kholilah Gufron yang berhasil membawa pulang Piala Pildasci dari Bojonegoro, Jawa Timur.

“Hal ini merupakan suatu pengalaman berharga dapat membuat bangga diri sendiri, orang tua, teman-teman, dan sekolah. Terima kasih atas dukungannya,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Fatimah Az-Zahra yang juga turut berhasil meraih prestasi melalui Lomba Broadcasting.

Alhamdulillah bisa juara. Awalnya tidak menyangka. Dengan persiapan yang relatif singkat, kemudian harus menggunakan bahasa Inggris, tetapi Alhamdulillah dengan kesungguhan, saya bisa melalui lomba tersebut. Terima kasih untuk diri saya yang sudah berjuang. Terima kasih untuk orang tua yang sudah mengizinkan ke Bojonegoro. Terima kasih untuk guru dan pembina atas semangat dan cintanya. Tak lupa kepada teman-teman yang selalu support dan sama-sama berjuang di ajang kompetisi tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, pengalaman berharga dirasakan oleh Mahaina Nur Farida, Koordinator Qobilah Penghela yang berhasil membawa timnya menyabet Juara 2 Lomba Pensi (Around The World).

“Bangga banget bisa membawa nama ‘ABS Bandung sehingga dikenal sama orang lain.  Selain itu, dapat pengalaman baru dan teman-teman baru. Melalui acara ASCI ini, saya dapat mengerti bahwa bentuk kepanduan Hizbul Wathan tidak hanya PBB atau semafor saja, melainkan pensi atau kegiatan lain yang dapat menyuarakan kepanduan Hizbul Wathan,” pungkasnya.

Melalui Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Ketua Qobilah Siti Baroroh Baried ‘ABS Bandung, Fitma Fitria Iqlima mengapresiasi atas perjuangan santriwati sehingga bisa menorehkan prestasi yang membanggakan untuk ‘ABS Bandung.

“Selamat untuk kontingen ‘ABS Bandung yang telah berhasil menorehkan prestasi pada ASCI 2023 di Bojonegoro, Jawa Timur. Terima kasih atas kesungguhan mengikuti kompetisi tersebut. Semoga menjadi sebuah pengalaman dan pembelajaran yang berharga untuk masa depan,” tutur Fitma.

Selain itu, Fitma yang juga menjabat sebagai Koordinator IGASI Provinsi Jawa Barat menambahkan bahwa gelaran ASCI 2023 tidak hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan ajang silaturahmi dengan peserta didik dan guru dari sekolah ‘Aisyiyah se-Indonesia yang berperan besar memajukan IGASI.

Diketahui, kegiatan ASCI sudah dilaksanakan sebanyak tujuh kali. Saat ini, sudah menjadi daya tarik yang kuat bagi semua sekolah, madrasah, pondok pesantren atau ma’had ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia.

 

Leave a Comment