Kabupaten Bandung – Santriwati kelas IX SMP ‘ABS Bandung sukses menggelar pementasan drama bahasa Sunda yang diselenggarakan pada hari Selasa (07/05) di Amfiteater ‘ABS Bandung.

Pementasan pembuka dilakoni oleh kelas IX B yang membawakan naskah drama “Belis” karya Zaenal Abidin. Selain naskah “Belis” karya Zaenal Abidin, terdapat naskah “Selayar Dami” karya Nazarudin Azhar yang dipentaskan oleh kelas IX A SMP ‘ABS Bandung pada sesi kedua.

Pementasan yang digelar untuk memenuhi ujian praktik Seni Budaya dan Bahasa Sunda mampu memukau para penonton yang dihadiri oleh civitas academica ‘ABS Bandung.

Nita Febriyana, S,Pd selaku guru Bahasa Sunda ‘ABS Bandung, mengungkapkan proses pendampingan terhadap santriwati kelas IX menjelang pementasan.

“Proses pendampingan ananda santriwati ini sudah dimulai sejak awal semester dua dengan tahapan pemilihan tim produksi, pemilihan naskah, casting, reading naskah, dan latihan,” ungkapnya ketika dihubungi oleh Tim Media ‘ABS Bandung.

Selain itu, Nita menuturkan dengan adanya pementasan drama bahasa Sunda dapat mengenalkan kekayaan bahasa dan budaya daerah kepada santriwati.

“Dengan adanya pementasan drama bahasa Sunda ini agar santriwati dapat lebih mengenal kekayaan bahasa dan budaya daerah,” tuturnya.

Diketahui, bahasa daerah merupakan salah satu sarana dan produk dalam sebuah kearifan lokal. Bahasa daerah memiliki keterkaitan dalam tatanan hidup di masyarakat yang berimbas pula dalam sebuah pembelajaran yang memiliki tempat eksistensinya sendiri.

Lebih jauh, selain mengenalkan kekayaan bahasa dan budaya daerah, Nita menambahkan bahwa pementasan tersebut merupakan bentuk pelestarian bahasa Sunda.

“Selain mengenalkan kekayaan bahasa dan budaya Sunda, pementasan ini juga merupakan bentuk pelestarian bahasa Sunda yang seiring berkembangnya zaman, penutur bahasa Sunda di daerah Jawa Barat semakin memudar,” tambah Nita.

Melalui momen ujian praktik drama bahasa Sunda, Nita berharap kepada santriwati dapat meningkatkan kecintaannya terhadap bahasa dan budaya daerah.

“Setelah diselenggarakan ujian praktik drama bahasa Sunda, harapannya agar santriwati lebih tertarik serta meningkatnya kecintaan akan bahasa dan budaya Sunda,” pungkasnya.

Leave a Comment