Kabupaten Bandung – ‘Aisyiyah Boarding School Bandung bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat gelar aksi hidup sehat dan bersih lingkungan. Acara yang berlangsung pada hari Rabu (15/05) di ‘Aisyiyah Boarding School Bandung ini merupakan kolaborasi civitas academica ‘ABS Bandung bersama Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Majelis Kesehatan, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat.
Kegiatan yang bertajuk Gerakan Zero Waste ’Aisyiyah: ‘Anak Indonesia, Merdeka Sampah dengan Sehat Gembira ini dalam rangka menyemarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-107 Tahun dengan mengusung tema “Mengokohkan dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta”.
Wakil Mudir ‘ABS Bandung, Teguh Mulyadi, S.Sy menyambut baik dan merasa bahagia, ABS Bandung berkesempatan menjadi tuan rumah pelaksanaan aksi hidup sehat dan bersih lingkungan dalam rangka semarak Milad ‘Aisyiyah ke-107.
“Tentu kami menyambut baik dan merasa bahagia sebagai salah satu amal usaha di bawah naungan Pimpinan ‘Aisyiyah Jawa Barat, ‘ABS Bandung menjadi tuan rumah pelaksanaan amal baik sebagai bagian dari semarak Milad ‘Aisyiyah ke-107. Sejak awal, ‘ABS Bandung mendapatkan amanah untuk menjadi pesantren modern puteri yang unggul, baik di kancah nasional dan internasional. Salah satu yang menjadi keunggulan adalah pola pembiasaan hidup bersih dan sehat. Tentu hal ini sudah kami jalankan dan menjadi sebuah pembiasaan positif bagi siapapun yang berada di lingkungan ‘ABS Bandung,” ungkap Teguh.
Menurutnya, aksi yang digelar secara bersama-sama ini bukan sebatas bagian dari kampanye, melainkan menjadi amanat dari agama dan juga persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Kami menyadari bahwa hal ini (aksi hidup sehat dan bersih –red) bukan sebatas bagian dari kampanye saja, melainkan ini menjadi bagian dari amanat agama dan juga persyarikatan, Pada Muktamar ke-45 dan 46 menjadi rekomendasi yang harus menjadi perhatian bersama, Muhammadiyah menempatkan krisis iklim yang harus menjadi perhatian bersama, harus memiliki langkah nyata dan upaya yang bisa dilakukan secara bersama-sama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Dr. Nida’ul Hidayah, M.Si yang juga menjadi Ketua Pelaksana dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa aksi yang digelar dalam rangka semarak Milad ‘Aisyiyah ke-107 bertujuan memberikan pemahaman hidup sehat dan bersih kepada peserta didik dan juga warga ‘Aisyiyah.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendidikan dan pemahaman hidup sehat kepada warga ‘Aisyiyah, terutama peserta didik yang berada di lingkungan ‘Aisyiyah. Hal lainnya, yaitu membiasakan hidup bersih bebas dari sampah,” jelasnya.
Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut perempuan yang biasa Nida ini menyebutkan rangkaian acara yang diikuti oleh seluruh santriwati, staf ‘ABS, dan juga Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat.
“Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini, kami dapat berkolaborasi menyelenggarakan aksi hidup sehat dan bersih dengan berbagai rangkaian acara, pertama kampanye hidup sehat dan bersih, edukasi kebersihan melalui bank sampah, gerakan pungut sampah, menanam pohon, dan pada siang hari akan dilakukan workshop kesehatan mengenai cara menjaga kesehatan dan kebersihan di lingkungan pesantren, khususnya yang saat ini sedang melanda adalah penyakit demam berdarah,” sebut Nida ketika melaporkan rencana kegiatan.
Mendengar hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati M.Pd merasa bersyukur dan mengapresiasi bentuk kolaborasi yang dilakukan dalam menyemarakkan Milad ‘Aisyiyah ke-107 dengan aksi hidup bersih dan sehat.
“Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi bahwa Majelis PAUD Dasmen beserta majelis-majelis lainnya dapat memonumenkan Milad ‘Aisyiyah dengan gerakan bersih-bersih. Sejatinya kebersihan itu merupakan sebuah karakter,” ungkap Ia ketika memberikan sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ia mengingatkan bahwa warga persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus turut andil berperan penting menyelesaikan persoalan lingkungan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt.
“Hari ini adalah monumen kembali kepada status kita sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di mana kita ini diminta untuk menjadi warga yang berdasarkan Islam berkemajuan dan perempuan berkemajuan. Salah satu karakter perempuan berkemajuan itu adalah iman dan takwa. Jadi, kalau kita akan memperbaiki alam semesta ini dasarnya adalah keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Dan yang tidak kalah penting adalah kita berpikir dan bersikap yang terbaik untuk alam semesta. Kita hadir ke dunia bukan untuk merusak alam, bukan untuk menyisakan berbagai persoalan, tetapi kita hadir melalui pergerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk menjadi bagian yang bermanfaat bagi alam semesta. Buktikan bahwa kita bagian dari penyelesaian masalah, bukan membuat masalah,” pungkas Ia.
