Dengan cita – cita mulia untuk mendirikan sebuah pesantren kader khusus untuk putri, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat mewujudkan mimpi itu dengan mendirikan ‘Aisyiyah Boarding School Bandung pada bulan Juli tahun 2013. Berlokasi di tengah kota Bandung, ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung tumbuh dengan dukungan segenap anggota ‘Aisyiyah Jawa Barat. Berangkat dari tujuh orang siswi di awal berdirinya, tidak menyurutkan niat manajemen untuk terus meneruskan pengembangan ABS Bandung agar dapat menjadi sebuah pesantren kader yang berkualitas. Oleh karena itu dukungan dari para anggota bahkan simpatisan Muhammadiyah dan aisyiyah sangat besar dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Berbagai materi pelajaran diformulasikan untuk sampai kepada tujuan atau setidaknya mendekati tujuan yang dimaksud. Tujuan mulia Pesantren ‘tertuang dalam Visi dan Misi Pesantren, sehingga segala aktifitas santriwati harus bermuara dan bertujuan mewujudkan visi dan Misi Pesantren tersebut.
.
Santriwatiwati Pesantren ‘Aisyiyah Boarding School dituntut untuk menjadi santriwati yang berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah, segala teori harus teraplikasikan di lapangan sehingga segala yang dilakukannya accountable (dapat dipertanggungjawabkan). Di samping itu santriwati ‘Aisyiyah Boarding School perlu mengetahui bahkan merasakan realita kehidupan masyarakat dengan harapan kelak kemudian hari menjadi kader yang mampu membaca situasi, berintegrasi, berdedikasi dan berempati namun tetap berkarakter Muhammadiyah. Berdasarkan hal tersebut, maka Pesantren ‘Aisyiyah Boarding School Bandung memandang perlu adanya suatu kegiatan yang mampu mengantarkan santriwati menuju cita-cita mulia. Program Praktik Khidmat Lapangan merupakan salah satu jawabannya.
.
Program ini menjadi wajib sebagai salah satu pra-syarat untuk ketuntasan (purna) studi di pesantren. Program yang diwajibkan kepada santriwati kelas 6, secara normatif (jenjang lama studi) dinilai cakap dan mampu untuk mengamalkan keilmuan yang telah didapat selama di pesantren. Dilaksanakan selama 3 minggu (21 hari) dengan diawali kegiatan Pembekalan selama 4 hari, Proses terjun langsung di masyarakat (amaliyah tadris) selama 14 hari dan pengerjaan laporan selama 3 hari. Dimulai pada tanggal 2 – 22 Oktober 2023.

Untuk kegiatan pembekalan, peserta didampingi oleh para Fasilitator Asatidz yang kompeten pada bidangnya. Berdasarkan Need Assesment (analisis kebutuhan) materi-materi yang dinilai sangat dibutuhkan pun diberikan kepada para peserta seperti pemaparan tentang kondisi objektif tempat pelaksanaan PKL, pemaparan tentang tantangan dan hambatan dakwah di masyarakat, social skill concept, praktik micro teaching, praktik dakwah serta belajar praktik analisis sosial. Mudah-mudahan melalui kegiatan tersebut, santriwati ‘Aisyiyah Boarding School Bandung menjadi ragi terbentuknya Muslimah Pembaharu di tengah masyarakat.

Leave a Comment