Kabupaten Bandung – Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) ‘Aisyiyah Boarding School Bandung menggelar penyuluhan kesehatan mengenai sindrom dispepsia kepada santriwati, Rabu (31/1).

Penyuluhan yang digelar di Masjid Siti Walidah ‘ABS Bandung merupakan program rutin yang dilakukan oleh petugas poskestren sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku hidup bersih dan sehat bagi santriwati ‘ABS Bandung.

Lebih lanjut, penyuluhan yang diikuti oleh santriwati SMP dan SMA ini membahas mengenai sindrom dispepsia.

Petugas Poskestren, Rapah Rohiyah menjelaskan bahwa sindrom dispepsia merupakan kondisi yang disebabkan oleh rasa tidak nyaman dalam perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau mag. Biasanya yang dirasakan adalah mual, nyeri pada ulu hati, muntah, dan banyak bersendawa.

Ia mengungkapkan bahwa sindrom dispepsia bukanlah sebuah penyakit. Akan tetapi, itu adalah tanda awal atau gejala awal dari suatu penyakit pencernaan. Hal tersebut harus diwaspadai, karena apabila dibiarkan, akan menjadi penyakit yang serius.

Diketahui, sindrom dispepsia dapat disebabkan oleh berbagai hal. Biasanya sering dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat. Contohnya makan terlalu cepat dan terlalu banyak, mengonsumsi makan yang berminyak, berlemak, dan pedas, mengonsumsi kafein, coklat, dan minuman bersoda dalam jumlah banyak, mengkonsumsi antibiotik dan obat penghilang rasa nyeri, bahkan stres sehingga menyebabkan selera makan berkurang atau pola makan yang tidak teratur.

Rapah mengungkapkan terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan oleh santriwati ‘ABS Bandung untuk mencegah terjadinya sindrom dispepsia, yaitu makan dengan porsi kecil, tetapi sering, dan tidak terburu-buru, menjaga berat badan agar tetap ideal, olahraga yang teratur, mengurangi stres, mengganti obat-obatan yang bisa mengiritasi lambung, dan tidak meminum obat dalam keadaan perut kosong.

Adanya penyuluhan kesehatan yang digelar oleh Poskestren ‘ABS Bandung menambah pengetahuan bagi santriwati mengenai gejala dan cara pencegahan sindrom dispepsia.

“Penyuluhannya bermanfaat. Tentunya menambah pengetahuan mengenai gejala dan cara pencegahan sindrom dispepsia,” ungkap Shazfa Quiin Asshalina, santriwati kelas IX SMP ‘ABS Bandung.

Guru ‘ABS Bandung, Haviedz Ammar menyambut baik adanya penyuluhan kesehatan yang dilakukan oleh Poskestren ‘ABS kepada santriwati, baik SMP maupun SMA.

“Sangat mengapresiasi program penyuluhan kesehatan yang diinisasi oleh Poskestren ‘ABS Bandung. Kami ucapkan terima kasih kepada tim poskestren yang telah bertugas memberikan pemahaman kepada santriwati, yang usianya berada pada fase remaja. Pertumbuhan yang pesat, perubahan psikologis yang dramatis, serta peningkatan aktivitas yang menjadi karakteristik masa remaja menyebabkan peningkatan kebutuhan zat gizi, sehingga terpenuhi atau tidak terpenuhinya kebutuhan ini akan memengaruhi status gizi, atau bisa jadi berpotensi menyebabkan sindrom dispepsia. Hadirnya penyuluhan kesehatan seperti ini tentunya memberikan proses pembelajaran bagi santriwati dan semua warga pesantren untuk turut andil menjaga sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

Leave a Comment