Kabupaten Bandung – ‘Aisyiyah Boarding School Bandung menyelenggarkan Workshop Peninjauan Visi, Misi, dan Statuta, Sabtu (14/10).

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium IPA ‘Aisyiyah Boarding School Bandung melibatkan Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Jawa Barat, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWA Jawa Barat, Badan Pembina Pesantren, Pimpinan Pesantren ‘Aisyiyah Boarding School Bandung, baik satuan SMP maupun SMA.

‘Aisyiyah Boarding School Bandung yang kini memasuki usia 10 tahun terus berbenah dan melakukan perbaikan dalam beberapa hal yang dapat memengaruhi pelayanan pendidikan agar semakin baik, jelas, dan terukur di tengah tantangan global.

Beberapa hal mendasar yang dilakukan dalam upaya menyikapi tantangan global, yaitu peninjauan visi, misi, dan statuta ‘Aisyiyah Boarding School Bandung.

Hal tersebut disampaikan Mudir ‘Aisyiyah Boarding School Bandung, Dede Kurniawan saat memberikan sambutan.

“Penyelenggaraan workshop tahun ini merupakan ketiga kalinya ‘ABS Bandung melakukan peninjauan terhadap visi, misi, dan statuta sejak ABS berdiri pada tahun 2013. Peninjauan visi, misi, dan statuta ‘ABS Bandung dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya tantangan di dunia pendidikan. Ke depan, visi-misi pesantren bisa merespons perubahan yang begitu cepat, serta melahirkan konsep baru,” ungkap Dede.

Selain itu, berbagai pengarahan disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Jawa Barat, Agus Abdul Rahman menyatakan bahwa untuk menjadi pesantren pilihan, tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan, melainkan membentuk akhlak dan akidah yang baik.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Agus yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat ‘ABS Bandung menyampaikan bahwa ‘ABS Bandung merupakan pesantren khusus puteri yang tentunya pengelolaan dan profil lulusan pun akan sedikit berbeda dengan pesantren yang terdiri dari putera dan puteri, maka diperlukan sasaran pengembangan pesantren yang mampu menghadirkan santriwati yang dapat menjadi rahmatan lil alamin, baik mengelola diri sendiri, menjalankan fungsi keluarga, dan menjalankan fungsi sosial.

“Dengan profil yang jelas, ada pengukurannya antara best line dengan outcome sehingga setiap anak bisa terdeteksi dengan baik, awal ketika datang dari rumah seperti apa, tahun pertama seperti apa, tahun kedua seperti apa, tahun ketiga seperti apa,” jelas Agus.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat, Ia Kurniati dalam amanatnya bahwa sebagai pesantren puteri yang berperan aktif dalam mencetak mubalighah, ‘ABS Bandung harus mampu mengantarkan santriwati sesuai dengan minat dan bakat yang nantinya akan mampu menjawab tantangan dan berbagai persoalan, baik dalam dirinya, keluarga, dan hidup bermasyarakat.

“Bisa kita masukkan kepada visi dan misi bahwa target-target atau harapan-harapan dari ‘ABS Bandung ini kita akan mengembangkan anak-anak sesuai dengan minat dan bakat,” ujar Ia.

Selain itu, Ia mengungkapan bahwa visi dan misi harus dirasakan oleh seluruh anggota yang bergerak di bidang pendidikan tersebut.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion mengenai visi, misi, dan statuta ‘ABS Bandung yang dipandu oleh Mudir ‘ABS Bandung, Dede Kurniawan didampingi Sekretaris Pesantren, Inding Usup Supriatna.

Hasil dari Workshop Peninjauan Visi, Misi, dan Statuta ‘ABS Bandung diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta mampu membawa ‘ABS Bandung menjadi salah satu lembaga pesantren yang melahirkan kader-kader persyarikatan dan berperan aktif dalam dakwah islam berkemajuan. Hal tersebut diungkapkan oleh Tia Setiawati selaku Ketua Badan Pembina Pesantren.

“Melalui penyelenggaraan workshop ini, mudah-mudahan dengan dirumuskannya visi berkemajuan, artinya bisa mengantisipasi kondisi zaman di masa yang akan datang serta mampu membawa ‘ABS menjadi satu lembaga pesantren yang dapat melahirkan kader-kader persyarikatan yang memiliki ilmu mumpuni juga memberikan sejarah perubahan terbentuknya cita-cita persyarikatan. Selain itu, visi tersebut mampu memberikan ciri khas lulusan-lulusan pesantren dan dapat berperan aktif dalam dakwah islam berkemajuan,” pungkas Tia dalam sesi wawancara bersama Jurnalis ‘ABS Bandung.

Leave a Comment